Senin, 20 April 2026

Berita Nasional Terkini

Waspada Varian Omicron, Pemerintah Larang Perjalanan Orang dari 8 Negara Ini ke Indonesia

Pemerintah melarang masuknya orang asing ke wilayah Indonesia bagi yang mempunyai riwayat perjalanan mengunjungi wilayah Afrika Selatan.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Rafan Arif Dwinanto
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi. Bandara Soekarno Hatta kembali ramai oleh para penumpang pesawat yang datang maupun hendak pergi ke sejumlah daerah seperti terlihat, Minggu (10/10/2021). Cegah pemyebaran Covid-19 varian baru pemerintah larang orang dari 8 negara ini masuk Indonesia. 

Hal itu karena varian ini memiliki jumlah mutasi yang lebih banyak yang berpotensi menyebar lebih cepat atau bahkan menghindari antibodi dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya.

Berita tentang varian tersebut mendorong negara-negara untuk mengumumkan pembatasan perjalanan baru pada Jumat kemarin.

Baca juga: Hasil PCR Ratusan Pekerja Migran Indonesia yang Dideportasi dari Malaysia, 2 Orang Positif Covid-19

Sekaligus, para produsen obat sedang meneliti apakah vaksin Covid-19 mereka tetap mampu melindungi varian ini.

Berikut sejumlah fakta tentang varian Omicron yang dikutip Tribunnews.com dari Reuters:

Alasan Ilmuwan Khawatir

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat mengklasifikasikan varian B.1.1.529, atau Omicron, sebagai "variant of concern" SARS-CoV-2.

Menurut WHO, varian tersebut dapat menyebar lebih cepat daripada bentuk virus corona lainnya.

"Varian Delta tetap dominan di seluruh dunia, terhitung 99,9% dari kasus AS, dan belum jelas apakah Omicron akan dapat menggantikan Delta," kata Dr Graham Snyder, direktur medis, pencegahan infeksi dan epidemiologi rumah sakit di University of Pittsburgh Medical Center.

Tetapi varian baru memiliki lebih dari 30 mutasi pada bagian virus yang menjadi target vaksin saat ini.

Hal ini juga diduga mendorong lonjakan infeksi baru di Afrika Selatan.

Baca juga: Kapolda Beri Apresiasi terhadap Mahulu, Sandang Status Zona Hijau, Kasus Covid-19 Terendah se-Kaltim

Mutasi Omicron cenderung membuat perawatan Covid-19 tertentu, termasuk beberapa antibodi yang diproduksi, tidak efektif, kata Dr. David Ho, profesor mikrobiologi dan imunologi di Universitas Columbia.

Pil antivirus eksperimental seperti Paxlovid dari Pfizer Inc dan molnupiravir dari Merck & Co Inc, menargetkan bagian virus yang tidak berubah dalam Omicron, dan obat ini dapat menjadi lebih penting jika diinduksi vaksin dan kekebalan alami terancam. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved