Ekonomi dan Bisnis

Melihat Cuan Bisnis Rumput Laut, Berjaya dalam Ekspor ke Korea hingga Perancis

Bisnis rumput laut mengalami tren positif. Dari kinerja ekspor serta potensi yang luar biasa, Indonesia perlu mengoptimalkan kapasitas produksi

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Petani panen rumput laut di Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Bisnis rumput laut mengalami tren positif. Dari kinerja ekspor serta potensi yang luar biasa, Indonesia perlu mengoptimalkan kapasitas produksi komoditas rumput laut. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Bisnis rumput laut mengalami tren positif. Dari kinerja ekspor serta potensi yang luar biasa, Indonesia perlu mengoptimalkan kapasitas produksi komoditas rumput laut.

Melalui Program Desa Devisa berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas atau community development bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor.

Tujuannya untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Mengingat berdasarkan catatan, ekspor rumput laut Indonesia mulai mencatatkan kinerja positif secara kumulatif selama periode Januari-Oktober 2021.

Baca juga: Sempat Jadi Komoditas Primadona di Maratua, Kini Tak Ada Lagi Nelayan Kembangkan Rumput Laut

Baca juga: Catatan Wabup Hanafiah soal Ekspor Rumput Laut Nunukan: Tidak Ada Nilai Tambah

Baca juga: Gubernur Kaltara Bakal Jadi Irup HUT ke-76 RI di Karang Unarang, 50 Kapal Nelayan Rumput Laut Dihias

seiring naiknya permintaan dari mitra dagang utama Indonesia yaitu Tiongkok.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan IEB Institute (Indonesia Eximbank Institute) sebagai unit riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Nilai ekspor rumput laut selama periode Januari-Oktober 2021 tercatat naik sebesar 20,42 persen year-on-year (yoy) mencapai 177,99 juta dolar AS.

Pertumbuhan nilai ekspor secara kumulatif tersebut juga diikuti pertumbuhan di sisi volume ekspor sebesar 11,68 persen (yoy) menjadi 159,59 ribu ton dibandingkan periode yang sama 2020 sebesar 142,90 ribu ton.

Kepala Divisi IEB Institute LPEI, Rini Satriani mengatakan, meskipun kinerja ekspor pada 2020 sempat mengalami penurunan.

Baca juga: Gubernur Kaltara akan Bentuk Perusda untuk Kelola Rumput Laut, Tambah PAD dan Jadi Komoditas Ekspor

Namun di sisi lain Indonesia mampu menempati peringkat kedua sebagai negara eksportir rumput laut terbesar di dunia yang berdaya saing baik.

Adapun jenis rumput laut Indonesia yang dikenal baik di pasar global yaitu Eucheuma Cottonii yang memiliki porsi sebesar 71,59 persen dari total ekspor produk rumput laut Indonesia di tahun 2020.

Jenis rumput laut ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karagenan.

"Sementara, jenis rumput laut Gracilaria sp menjadi produk ekspor rumput laut terbesar kedua dengan porsi 11,89 persen yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan agar-agar," tutur Rini, Senin (27/12/2021).

Adapun tujuan ekspor rumput laut Indonesia didominasi ke negara Tiongkok dengan porsi terbesar (82,36 persen).

Baca juga: Buka Lapangan Kerja di Nunukan, Pemkab Gaet Investor Dalam Negeri Rumput Laut

Lalu diikuti Korea Selatan (5,25 persen), Chile (3,20 persen), Vietnam (2,09 persen), dan Perancis (1,97 persen).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved