Berita Nasional Terkini
Diperiksa Bareskrim Polri Senin Depan, Ferdinand Hutahaean Sebut Pemahaman Orang yang Buat Gaduh
Ferdinand Hutahaean mengatakan pihaknya akan memenuhi pemanggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri dugaan kasus penyebaran berita bohong alias hoaks.
TRIBUNKALTIM.CO - Diperiksa Bareskrim Polri Senin depan, Ferdinand Hutahaean mengungkapkan bukan cuitannya yang buat gaduh melainkan pemahaman orang yang buat gaduh.
Ferdinand Hutahaean menjadi perbincangan usai mengunggah kalimat kontroversi
Melalui akun Twitternya @FerdinandHaean3 pada 4 Januari 2022, Eks Politikus Partai Demokrat itu diduga menulis cuitan sebagai penistaan agama.
Usai unggahan itu, tagar #TangkapFerdinand pun trending di media sosial Twitter.
Banyak yang mengecam cuitan Ferdinand Hutahaean atas dugaan penistaan agama.
"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” demikian tulis Ferdinand dalam akun Twitternya, @FerdinandHaean3.
Baca juga: KNPI Tutup Pintu Damai dengan Ferdinand Hutahaean, GP Ansor Minta Polisi Tegas Tuntaskan Kasus Itu
Baca juga: Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Dugaan SARA, Ferdinand Hutahaean Bongkar Dirinya Mualaf Sejak 2017
Baca juga: Akhirnya Ferdinand Hutahaean Tak Tinggal Diam Dilaporkan Bos KNPI ke Bareskrim, Mau Penjarakan Saya
Karena cuitan itu juga Ferdinand Hutahaean kini harus berurusan dengan kepolisian.
Bahkan Bareskrim tingkatkan status perkara Ferdinand Hutahaean jadi penyidikan.
Dirinyapun dijadwalkan untuk diperiksa pada Senin (9/1/2021) mendatang.
Menanggapi hal itu, Eks Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan pihaknya akan memenuhi pemanggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri atas dugaan kasus penyebaran berita bohong alias hoaks.
Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul artikel Ferdinand Hutahaean Buka Suara Soal Pemeriksaan Dirinya di Bareskrim Polri pada Senin Depan, Ferdinand menyatakan pihaknya telah didatangi oleh penyidik Direktorat Siber Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait pemanggilan pemeriksaan tersebut.
"Ya betul, tadi malam saya sudah menerima surat dari Bareskrim Polri ya. Teman-teman Siber sudah ketemu saya, menyampaikan dua surat SPDP dan panggilan untuk hari Senin. Jadi itu benar, saya akan memenuhi panggilan Bareskrim itu nanti Senin," kata Ferdinand saat dikonfirmasi, Jumat (7/1/2022).
Ferdinand menyatakan pemeriksaanya itu menjadi momentum untuk mengklarifikasi dan meluruskan kesalahpahaman terkait cuitan yang menyeretnya dalam kasus penyebaran berita bohong alias hoaks dan ujaran bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Karena saya perlu menjelaskan dan mengklarifikasi apa yang terjadi sesungguhnya. Bahwa ini adalah sebuah kesalahpahaman, dan persepsi liar yang kemudian membuat gaduh. Yang membuat gaduh itu bukan cuitan saya, tapi persepsi liar orang lah yang membuat gaduh. Pemahaman orang lah yang membuat gaduh," jelas Ferdinand.
Ia menuturkan pihaknya akan menjelaskan maksud cuitannya tersebut kepada penyidik Polri.