Selasa, 28 April 2026

Ekonomi dan Bisnis

Berikut Nama-nama Taipan Batu Bara di Indonesia, Ada Tambang di Kalimantan Timur

Kerugian tersebut karena harga batubara untuk ekspor jauh lebih tinggi dari harga yang dibeli untuk PLN

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi, aktivitas pengangkutan batu bara di Sungai Sesayap dari Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kebijakan larangan ekspor batubara diperkirakan membuat para pengusaha mengalami kerugian.

Kerugian tersebut karena harga batubara untuk ekspor jauh lebih tinggi dari harga yang dibeli untuk PLN.

Harga batubara global saat ini sekitar 150 dolaAS per metrik ton, sementara harga untuk PLN sebesar 70 dolar AS per metrik ton.

Tercatat, beberapa orang terkaya di Indonesia merupakan pemilik perusahaan atau pengusaha batu bara.

Baca juga: PT Berau Coal Patuh Kewajiban DMO, Berharap Kebijakan Larangan Ekspor Batu Bara Direview Ulang

Baca juga: Pengusaha Tetap Untung meski Harga Domestic Market Obligation Batu Bara tak Naik

Baca juga: Kapal MV VOT Asal Vietnam Gagal Loading Batu Bara, KSOP Samarinda Tunggu Keputusan KKP

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan pernah menyebut, orang-orang terkaya di Indonesia banyak yang berasal dari sektor pertambangan.

Sektor batu bara atau yang dikenal dengan emas hitam ini memang mendatangkan keuntungan melimpah.

Apalagi, Indonesia merupakan negara pengekspor batu bara terbesar dunia setelah Australia.

Permintaan tinggi dari berbagai negara biasanya mendorong kenaikan harga batu bara.

Maka tidak heran kalau pengusaha batu bara sering masuk daftar orang terkaya di Indonesia.

Baca juga: DPRD Kukar Minta Aparat dan Pemerintah Tindak Tegas Tambang Batu Bara Ilegal di Desa Sumber Sari

Lalu siapa saja orang terkaya di Indonesia yang memiliki bisnis batu bara? Dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia yang dirilis Forbes pada Desember 2021 lalu, beberapa di antaranya adalah pengusaha tambang batu bara.

Berikut daftar taipan batubara sebagaimana dikutip dari Forbes:

1. Theodore Rachmat

Dikutip dari Kompas.com, Theodore Permadi Rachmat adalah salah satu pengusaha nasional yang terbilang sangat senior di industri tambang batu bara.

Ia bahkan ikut menjadi salah satu pendiri Adaro. Pengusaha berusia 78 tahun ini berada di urutan ke-15 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan jumlah kekayaan bersih sebesar 3,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 44,41 triliun (kurs Rp 14.326).

Pria yang akrab disapa Teddy adalah mantan CEO Astra International. Selepas dari Astra, ia mendirikan perusahaan sendiri yakni Triputra Group.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved