Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

BNNP Kaltim Sebut Penanganan Penyalahgunaan Narkotika tak Bisa Disamaratakan

Tidak sembarang langkah yang diambil dalam menangani tersangka penyalahgunaan narkotika

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) Brigjen Pol Wisnu Andayana.TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Tidak sembarang langkah yang diambil dalam menangani tersangka penyalahgunaan narkotika.

Sebab, ucap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) Brigjen Pol Wisnu Andayana, jika disamaratakan penanganannya, justru bisa menyebabkan tersangka meninggal di dalam sel tahanan.

Oleh sebab itu jelasnya, saat ini setiap kasus narkotika yang ditangani tim penyidik ataupun pihak kepolisian harus berkoordinasi dengan BNNP.

"Karena saat ini BNN sudah memiliki Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang akan memeriksa para tersangka penyalahgunaan narkotika," bebernya kepada TribunKaltim.Co, Sabtu (15/1/2022).

Pemeriksaan ini sendiri dilakukan untuk menentukan penanganan yang harus diberikan kepada para tersangka.

Baca juga: Narkotika Serang Kaum Pelajar, Kepala BNNP Kaltim Salahkan Orang Dewasa di Sekitarnya

Baca juga: Kaltim jadi Sasaran Empuk Pengedar Narkotika, BNNP Beber Kesadaran Masih Minim

Baca juga: BNNP Kaltim Larang Budidaya Tanaman Kratom, Bahan Narkotika Berefek Lebih Berbahaya dari Sabu

Dari hasil pemeriksaan, Ia merincikan ada beberapa kategori penentuan penanganan tahanan.

Pertama jika tersangka merupakan pemakai rutin, maka statusnya merupakan pecandu.

"Pecandu ini wajib direhabilitasi," terangnya.

Lalu kedua, jika yang bersangkutan merupakan pengedar tanpa memakai, maka tidak berhak untuk direhabilitasi.

Ketiga, bila bersangkutan merupakan pengedar, tapi juga pemakai, maka bisa menjadi usulan dari BNNP kepada hakim untuk bisa menjadikan tersangka sebagai pengedar, namun juga berhak untuk rehabilitasi.

Baca juga: BNNP Kaltim Beber Kasus Narkotika di Kalimantan Timur Menurun

"Di Samarinda sudah ada balai rehabilitasi kita yang ada di tanah merah," sebutnya.

Ia juga menjelaskan, TAT berisikan para ahli medis dan psikologis. Bahkan Kapolri sudah memberikan instruksi bahwa setiap kasus Narkotika wajib di TAT di BNN (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved