Banjir di Samarinda

Kolam Retensi dan Perbaikan Drainse Diyakini DPRD Bisa Tangani Banjir di Samarinda

Penggarapan kolam retensi dan perbaikan drainase di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, diharapakan bisa memberi efek

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
Banjir di Kota Samarinda Jalan Jend. Ahmad Yani, kecamatan Sungai Pinang, Komisi III DPRD Samarinda meminta Pemkot Samarinda berkoordinasi dengan Pemkab Kutai Kartanegara untuk mengatasi banjir di wilayah hulu Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penggarapan kolam retensi dan perbaikan drainase di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, diharapakan bisa memberi efek pada pengurangan bencana banjir. 

Setidaknya, kata Komisi III DPRD Samarinda, Mujianto, berharap program penanganan banjir melalui pembangunan kolam retensi dan perbaikan drainase di kawasan kota.

Untuk segera bisa terealisasi minimal 50 persen dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun ke depan.

Dengan terealisasinya separuh dari program penanganan banjir dari pemkot, menurutnya manfaat dan perbedaannya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Samarinda.

Baca juga: Komisi III DPRD Samarinda Sarankan Pemkot Koordinasi dengan Pemkab Kukar soal Banjir di Hulu

Baca juga: Banjir di Samarinda, Saluran Air Tersumbat Bangunan Kampus, Pemkot akan Bertindak Begini

Baca juga: Persawahan di Sambutan Samarinda Langganan Banjir, Jalan Utamanya tak Tergenang Air

“Kita kan dukung program penanganan banjir ini, karena menyangkut kepentingan masyarakat terutama warga Kota Samarinda,” pungkas legislator dari fraksi Gerindra ini.

Tangani Banjir Wilayah Hulu Samarinda

Upaya menangani persoalan banjir terutama di wilayah hulu Kota Samarinda, Komisi III DPRD Samarinda menilai perlu adanya koordinasi antara pemerintah Samarinda dan pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hal itu dikarenakan kiriman air yang menyebabkan banjir, baik di Kelurahan Budaya Pampang.

Ataupun sekitar wilayah Samarinda Utara lainnya dinilai berasal dari desa Badak Mekar yang terletak di Kabupaten Kukar.

“Perlu ada kolaborasi antara pemkot Samarinda bersama pemkab Kukar, karena tidak terelakkan kiriman air sebagian berasal dari (desa) Badak Mekar,” sebut anggota Komisi III DPRD Samarinda, Mujianto, Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Kendalikan Banjir di Samarinda, Pemerintah Pusat Fokus Buat Tebing Sungai Karang Mumus

Di samping itu, Mujianto juga mendukung rencana pemkot Samarinda yang akan membangun polder atau kolam retensi di sebelah utara desa Pampang.

Menurut anggota dewan dari dapil II kota Samarinda ini keberadaan kolam retensi di daerah hulu sungai bisa mengurangi debit air yang turun ke wilayah di bawahnya termasuk kawasan perkotaan dan pemukiman warga,

“Kolam retensi ini juga bisa ampuh untuk memecah debit air, terutama yang disebabkan oleh aktivitas tambang yang diduga illegal,” lanjutnya.

(TribunKaltim.co/Hanifan Maruf)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved