Virus Corona di Samarinda

Sekolah di Samarinda Diberi Alternatif untuk Hentikan PTM 

Pemerintah Kota Samarinda memberikan kewenangan dan alternatif kebijakan bagi sekolah di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Budi Susilo
HO/PEMKOT SAMARINDA
Kegiatan belajar mengajar dengan PTM di Kota Samarinda diputuskan terus berlanjut dengan opsi kelonggaran bagi siswa dan sekolah yang siswa atau gurunya terpapar Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda memberikan kewenangan dan alternatif kebijakan bagi sekolah di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Khususnya untuk jenjang PAUD hingga SMP dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah kembali meningkatnya kasus Covid-19.

Demikian dibeberkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin, seusai mengikuti arahan antisipasi peningkatan Covid-19 di Kota Samarinda.

Dia menuturkan, hal tersebut sesuai instruksi Walikota Andi Harun bahwa pembelajaran tatap muka masih tetap berjalan.

Baca juga: Aturan Pembelajaran Tatap Muka 60 Persen Digodok Pemprov Kaltim, Melihat Kondisi Siswa

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Begini Kondisi Pengguna Tempat Tidur di Rumah Sakit

Baca juga: Tanggapan Walikota Samarinda Andi Harun soal Varian Omicron, Status PPKM Level 3 Lagi

Namun tiap sekolah diberikan alternatif pilihan bagi siswanya untuk hadir PTM di sekolah atau tidak.

Berdasarkan persetujuan orang tua, siswa diperkenankan tidak mengikuti PTM di sekolah dan mengikuti pembelajaran daring di rumah.

Khusus bagi sekolah yang siswa atau gurunya teridentifikasi terpapar Covid-19.

Maka Dinas Pendidikan memberikan kewenangan sekolah untuk hanya menghentikan PTM di kelas tertentu yang menjadi tempat siswa atau guru yang posisitf itu berada.

Baca juga: Samarinda Kembali PPKM Level 3, Walikota Andi Harun: Ada Relaksasi Kegiatan Sosial Ekonomi

Atau menghentikan pembelajaran tatap muka di sekolahnya secara keseluruhan.

“Kalau sekolah merasa perlu untuk melakukan sterilisasi terhadap seluruh ruang kelas dan lingkungan sekolah karena terindikasi ada yang bergejala, maka kita beri kelonggaran untuk di-off-kan dulu untuk sementara sampai 6 hari,” tuturnya pada Rabu (23/2/2022).

Sedangkan bagi sekolah yang diketahui teridentifikasi siswa dan gurunya terpapar Covid-19 lebih dari 5 persen jumlah siswa yang ada, maka pembelajaran akan dialihkan menjadi daring kembali selama 14 hari.

“Kalau ada yang merasakan guru atau siswanya yang bergejala sakit yang lebih tahu kan di sekolah, kalau ada yang terpapar di kelas," tegasnya.

Baca juga: Tren Kasus Omicron di Berbagai Daerah Mulai Turun, Luhut Panjaitan: Tidak Perlu Khawatir

Jika menurut Satgas di sekolah hanya perlu meliburkan satu ruang kelas sedangkan siswa dan kelas yang lainnya dinilai aman.

"Maka tidak masalah ( PTM) masih berlanjut,” ungkap Asli. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved