Berita Kutim Terkini

Cuaca tak Menentu Akibatkan Harga Cabai di Kutai Timur Naik Jadi Rp 90 Ribu per Kilogram

Harga bahan pokok di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kerap kali mengalami naik-turun sesuai dengan ketersediaan dan permintaan pasar.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Cabai di Pasar Induk Sangatta Utara mengalami kenaikan harga yang diduga terjadi akibat cuaca tak menentu belakangan ini. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Harga bahan pokok di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kerap kali mengalami naik-turun sesuai dengan ketersediaan dan permintaan pasar.

Berdasarkan daftar harga pokok yang dihimpun UPT Pasar Induk Sangatta Utara Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kutim, beberapa kebutuhan dapur terpantau mulai mengalami perubahan.

Salah satunya adalah minyak goreng kemasan 2 liter yang mengalami kenaikan harga dari pekan sebelumnya, yakni Rp 43 ribu menjadi Rp 45 ribu.

Terdapat pula daging ayam yang mengalami penurunan harga dari semula Rp 48 ribu pekan sebelumnya, menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Perubahan harga yang paling signifikan terjadi pada komoditas cabai lokal, yang semula Rp 85 ribu per kilogram menjadi Rp 90 ribu per kilogramnya.

Baca juga: Harga Cabai Berangsur Turun di Kisaran Rp 55 Ribu/Kg di Samarinda

Baca juga: Harga Cabai Lokal dan Merah di Kutai Timur Masih Tinggi, Sentuh Nilai Rp 60 Ribu per Kg

Baca juga: Belum Turun, Harga Cabai di Kutim Masih Rp 130 Ribu per Kilogram

H Aminah, salah satu pedagang sembako di Pasar Induk mengatakan bahwa ia menduga cuaca tak menentu menjadi alasan mengapa cabai lokal merangkak naik.

Bahkan Aminah sendiri tidak bisa membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali karena harganya mulai naik.

"Mungkin hujan panas, sudah seminggu ambil cabai lokal sedikit-sedikit (dari petani)," ujarnya, Minggu (27/2/2022).

Terkait stabilitas harga, Aminah memperkirakan akan ada peningkatan harga komoditas cabai selama sebulan kedepan.

Hal tersebut dikarenakan musim Bulan Puasa Ramadan sebentar lagi tiba, sehingga tren kenaikan harga dipastikan terjadi.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Semakin Pedas Rp 100 Ribu per Kg, IKKAPI Beber Penyebabnya

"Sebentar lagi bulan puasa ini, biasanya naik terus lombok (cabai) sampai dua tiga bulan," ucapnya pada TribunKaltim.co.

Kendati demikian, ia tak khawatir akan kehilangan pembeli akibat melonjaknya harga beberapa bahan pokok tersebut.

Sebab menurutnya, warga Kutim khususnya Sangatta cenderung tetap membeli kebutuhan dapur meskipun harganya mahal.

"Nggak (tidak) takut sepi. Orang Sangatta ini biarpun mahal tidak apa-apa, yang penting apa yang mau dibeli itu ada (tersedia stoknya)," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved