Berita Internasional Terkini

Pernyataan Keras PM Pakistan, Tolak Ajakan Mengutuk Invasi Rusia ke Ukraina, Apakah Kami Budakmu?

PM Pakistan Imran Khan menolak ajakan dunia Internasional mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Imran Khan juga bereaksi keras, apakah kami budakmu?

Editor: Amalia Husnul A
AFP Photo/Carl Court
PM Pakistan, Imran Khan saat tiba di National Stadium, Beijing, China untuk pembukaan Olimpiade Musim Dingin, 4 Februari 2022 kemarin. PM Pakistan Imran Khan menolak ajakan dunia Internasional mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Imran Khan juga bereaksi keras, apakah kami budakmu? 

Pemimpin Pakistan itu menambahkan, dia berencana untuk tetap netral dalam konflik dan bekerja dengan mereka yang berusaha untuk mengakhiri perang.

Baca juga: Terkuak! Ternyata Ini Arti Kode Misterius Huruf Z & V di Kendaraan Militer Rusia Saat Serang Ukraina

Pihak yang Dituding Jadi Dalang Perang Rusia vs Ukraina

Akibat perang Rusia vs Ukraina, tak sedikit korban jiwa yang berjatuhan, baik dari pihak militer, maupun masyarakat sipil.

Lalu, apa sebenarnya yang melatarbelakangi terjadinya perang terbuka antara Rusia dengan Ukraina?

Benarkan ada dalang di balik perang yang terjadi saat ini?

Berikut penjelasannya seperti TribunKaltim.co lansir dari Kompas.com:

Pada 24 Februari 2022, Rusia mulai menyerang Ukraina hingga mengakibatkan adanya ledakan di sejumlah kota besar di Ukraina.

Serangan di sejumlah kota besar di Ukraina tersebut dilakukan usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidatonya mengenai pendeklarasian operasi militer khusus di Ukraina.

Beberapa saat usai pidato tayang, suara ledakan terdengar di Kramators, Ukraina.

Baca juga: 11 Hari Invasi Rusia: Zelenskyy Minta Joe Biden Bantu Keuangan Ukraina dan Beri Sanksi untuk Putin

Usai serangan tersebut setidaknya terdapat 137 warga Ukraina yang tewas dan 316 orang mengalami luka.

Dikutip dari BBC, beberapa saat sebelum serangan, Vladimir Putin dalam pidatonya menyebut, alasan Rusia menyerang adalah karena Rusia tak bisa merasa aman, berkembang, dan eksis karena menurutnya Ukraina modern adalah ancaman yang konstan.

Adapun Rusia menolak untuk menyebut serangan sebagai perang ataupun invasi.

Putin mengeklaim bahwa tujuannya melakukan perang adalah untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran intimidasi dan genosida.

Selain itu, Vladimir Putin menyebut serangan tersebut bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi.

Meski demikian, alasan tersebut dibantah oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved