Rabu, 15 April 2026

Berita Paser Terkini

Harga Gas LPG Non Subsidi di Paser Rp 110 Ribu hingga Rp 220 Ribu

Selain harga bahan pokok, gas LPG non subsidi pemerintah juga terus mengalami kenaikan harga, baik yang ukuran 5,5 kilogram

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Deretan tabung LPG 3 Kilogram yang akan dijual ke masyarakat oleh Toko Raditiya, di Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Selain harga bahan pokok, gas LPG non subsidi pemerintah juga terus mengalami kenaikan harga, baik yang ukuran 5,5 kilogram maupun 12 kilogram (Kg).

Hal itu dikatakan oleh Suparmi pemilik Toko Raditiya, yang ada di Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (8/3/2022).

Dijelaskan, untuk harga gas LPG non subsidi pemerintah sudah beberapa kali mengalami kenaikan harga.

Kata dia, naiknya sudah beberapa kali, seperti tabung LPG 5,5 Kg harga sekarang itu Rp 110 ribu, sebelumnya pada 27 Februari masih di angka Rp 95 ribu.

Baca juga: Harga Bright Gas Naik Sekitar Rp 15.500, Bagimana dengan Kondisi untuk Ukuran Gas Melon

Baca juga: Harga Terbaru LPG Non Subsidi Bright Gas 5,5 Kg di Kalimantan Timur Rp 94.000

Baca juga: Harga LPG Non Subsidi Naik, Reforminer Institute Menilai Itu Langkah yang Wajar

"Sementara pada 25 Desember 2021 harganya Rp 87 ribu," ujarnya kepada TribunKaltim.co.

Selain itu, tabung LPG 12 Kg juga mengalami hal yang sama, dengan harga eceran sekarag ini Rp 220 ribu.

"Kalau sebelumnya pada 27 Februari kemarin, harganya itu Rp 200 ribu, semntara pada 25 Desember 2021 lalu harganya itu Rp 185 ribu untuk tingkat pangkalan," sambung Suparmi.

Walaupun mengalami kenaikan harga, untuk ketersediaan tabung LPG 5,5 Kg dan 12 Kg tidak mengalami kekosongan.

Baca juga: Efek Harga Gas LPG Non Subsidi Naik, Banyak Warga Kalteng Incar Tabung 3 Kg, Cepat Ludes

"Pasokan ada terus cuman harganya saja yang niak, bahkan harga tabung kosong juga ikut naik," tambahnya.

Meski mendapat keluhan dari pelanggan, namun konsumen tetap akan membeli karena merupakan suatu kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, masyarakat sudah terbiasa dengan kenaikan harga saat ini, baik itu untuk bahan pokok maupun kebutuhan rumah tangga.

"Tidak banyak protes juga, palingan ada konsumen yang bilang naik lagi-naik lagi harganya, tapi mereka tetap beli juga akhirnya," ucap Suparmi.

Baca juga: Gas Melon untuk Orang Miskin, YLKI Khawatir Potensi Pengoplosan 

Lebih lanjut dikatakan, dengan meroketnya harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg ada kemungkinan konsumen akan beralih ke LPG 3 Kg.

"Karena kita juga sebagai pangkalan LPG 3 Kg, lambat laun masyarakat akan beralih ke LPG 3 Kg dan paling dicari nantinya," tutupnya.

Untuk LPG 3 Kg subsidi pemerintah saat ini tidak mengalami kenaikan, tetap pada harga Rp 22 ribu yang dijual ke masyarakat Paser.

Gas non subsidi naik harga, membuat konsumen mengeluh. Sementara gas melon non subsidi tidak naik harga.
Gas non subsidi naik harga, membuat konsumen mengeluh. Sementara gas melon non subsidi tidak naik harga. (HO/PERTAMINA)
Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved