Berita Nasional Terkini

Dua Terdakwa Polisi Kasus Unlawful Killing 6 Laskar FPI Divonis Bebas, Alasan Majelis Hakim

Dua terdakwa polisi kasus Unlawfull Killing enam anggota Laskar FPI divonis bebas. Alasan Majelis Hakim tidak menjatuhkan pidana

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Salah satu terdakwa polisi dalam Unlawful Killing, Briptu Fikri Ramadhan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/12/2021) lalu. Dua terdakwa polisi kasus Unlawfull Killing enam anggota Laskar FPI divonis bebas. Alasan Majelis Hakim tidak menjatuhkan pidana 

TRIBUNKALTIM.CO - Sidang vonis perkara dugaan tindak pidana pembunuhan di luar hukum alias unlawful killing 6 anggota Laskar FPI dengan dua terdakwa polisi digelar Jumat (18/3/2022).

Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman bebas alias tidak dipidana kepada dua terdakwa polisi Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M Yusmin Ohorella. 

Menurut Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, kedua terdakwa polisi Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M Yusmin dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sehingga membuat orang meninggal dunia.

Namun demikian sesuai dengan putusan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, tindakan kedua polisi aktif dalam dugaan unlawfull killing 6 Laskar FPI tersebut ada alasan pembenaran dan pemaaf.

Sidang putusan dua terdakwa polisi dalam dugaan kasus unlawfull killing 6 Laskar FPI ini digelar secara virtual, Jumat 18 Maret 2022.

Baca juga: Penembak Mati 6 Pengawal Habib Rizieq Dituntut 6 Tahun, TP3 FPI Sebut Sidang Dagelan

Kedua terdakwa polisi, Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M. Yusmin hadir secara virtual bersama tim kuasa hukum.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Arif Nuryanta menyatakan kedua terdakwa polisi terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sehingga membuat orang meninggal dunia.

"Mengadili, menyataman terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagiamana dakwaan primer Penuntut Umum," kata Hakim Arif dalam sidang putusan seperti dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di artikel yang berjudul BREAKING NEWS : Tok! Perkara Unlawful Killing 6 Laskar FPI, Dua Terdakwa Polisi Divonis Bebas.

Adapun terkait hal tersebut hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kendati begitu, dalam putusannya hakim mendapati adanya alasan pembenar dan pemaaf sebagaimana yang dilayangkan oleh tim kuasa hukum terdakwa dalam nota pembelaan alias pleidoi.

Atas dasar itu, Hakim menjatuhkan vonisnya kepada anggota polri aktif itu dengan hukuman bebas alias tidak dipidana.

Baca juga: Aziz Yanuar Heran Hanya 3 Jadi Terdakwa Pembunuhan Laskar FPI, Bandingkan Kasus Prokes Habib Rizieq

"Menyatakan perbuatan terdakwa melakukan tindak pidana sebagai dakwan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas, tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf," kata hakim ketua Muhammad Arif Nuryanta saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022).

 "Melepaskan terdakwa dari segala tuntutan, memulihkan hak-hak terdakwa," kata hakim Arif dalam sidang putusannya.

Diketahui hukuman ini jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved