Berita Astra Motor Kaltim

Tips Menghindari Beberapa Kesalahan pada Kopling Motor ala Astra Motor Kaltim 1

Oleh karena itu, Astra Motor Kaltim 1 memberikan beberapa tips agar kampas koplingnya tidak cepat aus sehingga kendaraan tetap dapat berpacu dalam

Editor: Diah Anggraeni
Ho/Astra Motor Kaltim 1
Astra Motor Kaltim 1 memberikan beberapa tips agar kampas kopling sepeda motor tidak cepat aus sehingga kendaraan tetap dapat berpacu dalam kecepatan tinggi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada berbagai macam jenis motor di dunia ini.

Namun, hanya ada 3 jenis motor yang terkenal di Indonesia yakni matic, bebek, dan sport.

Untuk motor sport, jenis kendaraan ini memiliki daya kebutuhan paling tinggi dan mampu menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kedua jenis lainnya.

Oleh karenanya, untuk teknologi serta komponen yang digunakan jelas saja harus lebih kuat.

Baca juga: Astra Motor Kaltim 1 Berikan Promo pada Mei 2022, Bagikan Potongan Angsuran hingga 4 Bulan

Dari segi kopling misal, motor sport memiliki sistem kendali yang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan jenis motor lain.

Meski demikian, ada risiko yang dihadapi pengendara saat waktu pergantian dari kampas kopling.

Oleh karena itu, Astra Motor Kaltim 1 memberikan beberapa tips agar kampas kopling sepeda motor tidak cepat aus sehingga kendaraan tetap dapat berpacu dalam kecepatan tinggi.

Untuk diketahui, masalah yang sering terjadi ketika kampas kopling sudah tidak normal adalah selip.

Sebagaimana yang tercantumkan dalam buku petunjuk manual produk sepeda motor, rata-rata interval pemakaian kampas kopling ini sekitar 15.000-20.000 km atau jika kendaraan digunakan dalam pemakaian normal, usianya bisa sampai 2 tahun baru pengendara dapat melakukan pergantian.

Baca juga: AHASS Wilayah Astra Motor Kaltim 1 Beri Layanan Emergency Call Saat Idul Fitri

Akan tetapi, ada beberapa hal yang menjadikan kondisinya bisa lebih buruk dalam waktu lebih cepat.

Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari oleh setiap pengendara motor sport agar kampas kopling bisa lebih awet.

Kesalahan Berkendara yang Sebabkan Kampas Kopling Cepat Aus

1. Terlalu Sering Membuka/Tutup Kopling

Kejadian ini jelas saja merupakan tindakan yang salah, walaupun pada dasarnya tidak menjadi masalah pada mesin ataupun gear yang digunakan untuk berkendara jika hanya sesekali saja.

Sebaiknya hindari betul hal semacam ini agar tidak merusak kampas kopling.

Terlebih jika pengendara juga menghentak-hentakkan tuas gas, yang menjadikan perputaran mesin yang terhubung pada kampas menjadi lebih kencang, sehingga tingkat kecepatan yang harus ditahannya lebih besar.

2. Menggantung Tuas Kopling/Menutup Kopling Setengah untuk Pindah Gigi

Perilaku pengendara buruk berikutnya yang harus dihindari agar kampas kopling tidak cepat aus lainnya yakni menghindari untuk menggantung tuas kopling.

"Beberapa pengendara kebiasaan untuk melakukan ini lantaran agar mudah untuk masuk ke gigi berikutnya atau mungkin ingin berkendara santai dalam keadaan kopling yang tinggi," ujar Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1, Daniel Natanael Toghas.

Baca juga: Astra Motor Kaltim 1 Bagikan Puluhan Sembako saat Ngabuburide with CB150X

Jika pengendara ingin memasukkan ke gigi berikutnya, sebaiknya pengendara menekannya secara mantap tuas kopling tersebut agar kampas kopling bisa memberikan celah sepenuhnya untuk masuknya gear selanjutnya.

Jika sudah, bisa langsung dilepaskan saja sepenuhnya, kecuali memang dalam beberapa kondisi darurat yang dibutuhkan untuk menekan tuas kopling selama beberapa saat.

3. Kebiasaan Menahan Tuas Kopling di Waktu Berhenti atau Jalan Turunan

Hal yang harus dihindari oleh pengendara berikutnya yakni menahan tuas kopling secara terus-menerus ini bisa membuat kampas kopling lebih cepat aus ketimbang keadaan biasanya.

Pengendara melakukan ini biasanya saat berhenti lama, seperti berada di lampu merah misalnya.

Kemudian pengendara menahan tuas kopling dalam keadaan posisi gigi masih masuk.

Jelas ini tidak sehat untuk kendaraan kalian sendiri.

4. Tidak Ada Jeda Sama Sekali

Kebiasaan yang harus mulai dibiasakan oleh pengendara motor sporty yakni melakukan jeda berhenti sekitar 1 menitan, di mana pada dalam keadaan ini tuas kopling bisa dibiarkan saja dan posisi gigi berada dalam keadaan netral.

Baca juga: Astra Motor Kaltim 1 Buka Puasa Bersama Komunitas Honda Genio Balikpapan dan Panti Asuhan

5. Setelan Kopling Terlalu Dekat

Mungkin ini bukan salah pengendara, dan jika di service di tempat yang paham maka akan tidak terjadi setting gerigi terlalu dekat seperti ini.

Memang sih untuk posisi semacam ini bisa lebih mudah dalam melakukan perpindahan gigi, akan tetapi pengendara harus terus menerus menekan tuas kopling saat berada di kecepatan rendah. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved