Berita Nasional Terkini

Gegara Pertamina dan PLN Diperkirakan Rugi Besar, Said Didu dan Arya Sinulingga Sentil Pemerintah

Juru Bicara Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Said Didu angkat bicara terkait Pertamina dan PLN yang diperkirakan alami kerugian besar

Penulis: Justina | Editor: Justina
YouTube Karni Ilyas Club
Karni Ilyas, Said Didu dan Arya Sinulingga 

TRIBUNKALTIM.CO - Juru Bicara Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Said Didu angkat bicara terkait Pertamina dan PLN yang diperkirakan alami kerugian besar.

Seperti yang diketahui, baru-baru ini Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa Pertamina dan PLN diperkirakan mengalami kerugian yang cukup besar.

Di mana Pertamina rugi Rp 191 triliun dan PLN rugi hingga Rp 71 triliun.

Menanggapi hal ini, Arya Sinulingga menyatakan kalau sebenarnya apa yang disampaikan Menteri Keuangan tentang Pertamina dan PLN sebenarnya belum rugi sesungguhnya karena rentang waktu perkiraan sampai bulan Desember.

Baca juga: Di Karni Ilyas Club, Said Didu Beberkan Penyebab Pertamina dan PLN Alami Kerugian yang Fantastis

Dan kerugian sesungguhnya bisa terjadi jika pemerintah tidak membayar subsidi kepada Badan Usaha Miliki Negara (BUMN).

"Ini adalah perkiraan jika pemerintah tidak membayar kompensasi kepada penugasan (BUMN) ini," kata Arya Sinulingga dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (26/5/2022).

Tak jauh berbeda dari yang disampaikan Arya Sinulingga, Said Didu juga mengaku jika sebernanya Pertamina dan PLN mengalami defisit karena dari dulu pemerintah tidak pernah melunasi utangnya.

Baca juga: Bukan Erick Thohir, Said Didu Sebut Menteri ESDM dan Menteri Keuangan yang Bantu Selamatkan BUMN

Dan secara terang-terangan, Said Didu menyampaikan bahwa utang pemerintah terhadap Pertamina ada dua.

"Satu adalah utang terhadap penugasan, yang kedua utang, kan begini, utang minyak jatah pemerintah yang diolah oleh Pertamina, itu pemerintah ambil tapi nggak dibayar ke Pertamina," tutur Said Didu.

"Jadi selalu ada dua utang itu, tambah utang TNI, tambah utang itu terus ada. Ditambah utang BUMN lainnya,"lanjut Said Didu.

Lantaran hal itu, Said Didu menegaskan apabila Pertamina dan PLN tumbang alias dibubarkan, maka dipastikan perekonomian di Indonesia mengahadapi masalah besar.

Baca juga: Pasca IKN Pindah, Said Didu Khawatir dengan Nasib Sekitar 50 Gedung Pemerintahan di Jakarta

Yang tentunya sangat berdampak besar pada masyarakat di Indonesia.

Sehingga, ia kemudian mengimbau agar semua regulasi Pertamina tidak dikendalikan sepenuhnya oleh pemrintah.

"Jangan semua masalah ini regulasinya diambil pemerintah tapi resikonya di BUMN, ini yang sekarang begitu," ucap Said Didu.

Simak video selengkapnya:

(TribunKaltim.co/Justina)


 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved