Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Bupati Kukar Luncurkan Program Rp 50 Juta Per RT

Bupati Kukar Edi Damansyahmeluncurkan Program Kukar Idaman 50 Juta Per RT di halaman parkir Stadion Rondong, Selasa (28/6/2022) malam.

Editor: Diah Anggraeni
Prokom
Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Wakil Bupati H Rendi Solihin me-launching Program Kukar Idaman 50 Juta Per RT di halaman parkir Stadion Rondong Demang, Selasa (28/6/2022) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO - Merealisasikan program-program Dedikasi "Kukar Idaman" atau Kutai Kartanegara Ber-Inovasi Berdaya Saing dan Mandiri dan sebagai bukti komitmen penguatan peran rukun tetangga (RT) dalam pembangunan, Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Wakil Bupati H Rendi Solihin resmi meluncurkan program Kukar Idaman 50 Juta Per RT di halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Selasa (28/6/2022) malam.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Abdul Rasid, Dandim 0906/KKR Letkol Inf Jeffy Satria, Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama, para asisten, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat serta diikuti secara virtual para RT di masing-masing desa dan kelurahan.

Peresmian ditandai penyerahan secara simbolis surat penyediaan dana (SPD) untuk RT di wilayah Kelurahan dan Surat Perintah Pembayaran Dana (SP2D) untuk RT di wilayah desa oleh Bupati Edi Damansyah dan Wabup H Rendi Solihin.

Baca juga: Ketua PKK Kukar Resmikan Gebyar Wisuda Vaksin bagi Balita

Edi Damansyah dalam arahannya mengungkapkan, program Rp 50 juta per RT merupakan salah satu program yang dialokasikan melalui kebijakan Bantuan Keuangan Kepada Desa (BKKD), yang ditetapkan dalam Perbup Nomor 63 Tahun 2021.

Tujuannya memberikan porsi kebijakan berskala lokal tingkat RT dalam mengatur pembangunan, pemberdayaan dan pembinaan di lingkungannya yang terintegrasi dengan pembangunan desa/kelurahan dan pemerintah kabupaten pada umumnya.

Bupati kemudian menekankan agar jangan salah tafsirkan program tersebut.

Program ini bukan berupa dana segar, namun dalam bentuk program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam lingkup RT baik di desa maupun kelurahan.

Dalam pelaksanaannya, dilakukan gotong royong melibatkan masyarakat, sedangkan pelaksanaan dengan pola padat karya prioritas melibatkan warga miskin yang ada di lingkungan RT.

"Jadi ini bukan duit cash, tapi program berbasis RT pagu dananya 50 juta per RT," ujarnya.

Baca juga: Alih Tugas Ketua PN Tenggarong: Asep Terkesan Keramahan Warga, Edi Mengapresiasi

Edi bercerita kilas balik program Rp 50 juta per RT ini didasarkan saat dirinya berkeliling di pelosok-pelosok desa, banyak ditemukan para RT mengungkapkan keterbatasan ruang geraknya karena fasilitasinya belum maksimal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved