Berita Pemkab Berau

Unit Puspaga Berau Go to School, Strategi DPPKBP3A Atasi Kekerasan Terhadap Anak

DPPKBP3A Berau melalui Puspaga Go to School memberikan edukasi guna menekan kekerasan terhadap anak.

Editor: Diah Anggraeni
Tribunkaltim.co/Renata Andini Pangesti
Salah satu kegiatan Puspaga di Kabupaten Berau yang menyasar anak dan orangtua. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) terus aktif dalam kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), terutama memberikan pemahaman mengenai anak dan perempuan.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DPPKBP3A Berau, Nurjatiah menjelaskan, Puspaga saat ini aktif menerima laporan, konsultasi hingga edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: DPPKBP3A Berau Prihatin, Kasus Prostitusi Online di Bawah Umur dan Pemerkosaan Marak

Ini dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap perempuan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

"Salah satu tujuan Puspaga adalah edukasi masyarakat, khusunya para perempuan di Kabupaten Berau" ujarnya.

Selain menerima layanan di unit Puspaga, pihaknya juga melaksanakan berbagai kegiatan salah satunya Puspaga Go to School.

Hal ini bertujuan agar edukasi dapat diterima sejak usia dini.

"Lebih cepat serta edukasi sejak dini, maka kami juga mendatangi sekolah-sekolah," tambahnya.

Dua di antara hal yang disampaikan dalam usaha mengedukasi adalah pencegahan kekerasan terhadap anak juga mencegah eksploitasi anak.

Baca juga: DPPKBP3A Berau Beri Bantuan Khusus Wanita dan Anak Keluarga Positif Corona yang Dikarantina

Termasuk juga memberikan edukasi kepada tenaga pendidik dan tenaga pendukung pendidik.

"Karena dalam prakteknya, ada anak yang bercerita kepada kami melalui ruang private tentang ketidaknyamanannya terhadap pendidikan yang diterimanya. Maka kami juga edukasi guru bahkan hingga petugas kebersihan serta penjaga sekolahnya," bebernya.

Pihaknya menekankan, apa yang menurut anak tidak nyaman maka jangan sampai terjadi lagi.

"Melalui puspaga, kami memberikan edukasi agar anak siap menghadapi kondisi apapun. Sehingga anak bisa siap dan paham dengan hal-hal yang dianggap tabu untuk memproteksi dirinya," jelasnya.

Baca juga: Layanan Puspaga Sanggam di Berau Kembali Dibuka, Warga Bisa Konsultasi di Tengah Pandemi Covid-19

Adanya hal ini, selain memberikan pemaham terkait anak, itu juga bisa menekan terjadinya kekerasan terhadap anak. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved