Berita Nasional Terkini
Apa Itu Ras Melanesia? Inilah Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia
Inilah sejarah dan perkembangan ras Melanesia di Indonesia, juga tersebar disejumlah negara lainnya.
TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia terdiri dari beragam budaya dan ras yang tersebar diseluruh wilayah NKRI, termasuk ras Melanesia.
Namun, masih banyak yang belum memahami latar belakang dan sejarah, serta perkembangan ras Melanesia di Indonesia.
Berikut ini penjelasan singkat mengenai ras Melanesia.
Ras Melanesia adalah ras yang mendominasi Papua dan Papua Nugini.
Arti Melanesia yaitu gugus kepulauan, bangsa, dan bahasa di bagian barat daya Lautan Teduh, di sebelah timur laut Australia, dikutip dari KBBI.
Ras Melanesia tersebar dari barat laut ke tenggara, pulau-pulau membentuk busur yang dimulai dengan New Guinea.
Baca juga: HARI INI, Pemilu Papua Nugini Dimulai, Intip 2 Kandidat Terkuat serta Sambutan Baik Investasi Cina
Baca juga: Pemekaran Papua Disahkan Meski Menuai Pro dan Kontra, Timotius Murib: DPR Terlalu Menggebu-gebu
Baca juga: DPR Sahkan 3 RUU DOB Papua, Ketua MRP Timotius Murib: Pengesahan Ini Tanpa Aspirasi dari Rakyat
New Guinea bagian barat saat ini disebut Papua dan merupakan bagian dari Indonesia, dan bagian timur yang terdiri dari negara merdeka Papua Nugini.
Ras Melanesia juga mendiami Kepulauan Solomon, Kepulauan, Vanuatu (sebelumnya Hebrides Baru), Kaledonia Baru, Fiji, dan banyak pulau kecil lainnya.
Garis Andesit, ciri geologis aktivitas vulkanik dan gempa bumi yang ekstrem, memisahkan Melanesia dari Polinesia di timur dan dari Mikronesia di utara, di sepanjang Khatulistiwa.
Di selatan, Melanesia dibatasi oleh Tropic of Capricorn dan Australia.
Nama Melanesia berasal dari bahasa Yunani melas 'hitam' dan nesoi 'pulau' karena kulit penduduknya yang gelap.
Pada awal abad ke-21 populasi Melanesia sekitar 10 juta.
Baca juga: TNI - Polri Pakai Helikopter Cari Markas Rahasia KKB Papua di Hutan Rimba, Dapat Info dari Sosok Ini
Meskipun zaman prasejarah sebagian besar pulau Melanesia belum sepenuhnya didokumentasikan, bukti menunjukkan fragmentasi budaya, bahasa, dan politik yang berlaku pada saat kedatangan Eropa.
Ketika Eropa datang ke wilayah Melanesia, mereka sudah memiliki setengah lusin bahasa, dialek, dan budaya yang ditemui di satu pulau.
Perkembangan ras Melanesia mulai dari bahasa dan budaya telah terjadi selama 2.000 tahun sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sejumlah-warga-melakukan-Taria.jpg)