News

Pandemi Belum Usai, Mutasi Virus Corona Makin Menggila dan Super Menular, Ancam India hingga AS

Usai memutuskan untuk hidup berdampingan dengan Covid, mutasi virus corona makin menggila dan super menular, ancam India hingga AS.

unsplash
Ilustrasi virus Covid-19.Usai dua tahun pandemi Covid-19 melanda, ternyata pandemi belum usai bahkan mutasi virus Corona makin menggila dan super menular. Mutasi virus ini telah ditemukan di beberapa negara dari India hingga Amerika Serikat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejak Maret 2020, Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Atas penetapan tersebut, hampir semua negara di dunia melakukan langkah-langkah untuk memperketat bahkan mampu mencegah tersebarnya virus Covid-19.

Dan dua tahun lamanya, pada 2022, banyak negara yang memutuskan untuk berdamai dan hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Namun, rupanya pandemi Covid-19 ini belum usai bahkan mutasi virus Covid-19 makin menggila dan sangat menular. Bahkan, saat ini telah mengancam India hingga Amerika Serikat.

Beberapa pakar ilmuwan juga memberikan pernyataannya di mana saat ini Covid-19 berubah dengan sangat cepat dan melahirkan virus yang super menular di kalangan masyarakat.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Indonesia, WHO: Terlalu Dini Nyatakan Kemenangan atas Virus Corona

Bahkan mutasi virus tersebut, telah ditemui di India hingga Amerika Serikat.

Sebagaimana dilansir dari voanews, para ilmuwan mengatakan varian yang disebut sebagai BA.2.75  mungkin dapat menyebar dengan cepat.

Tidak jelas apakah itu dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius daripada varian omicron lainnya, termasuk BA.5 yang menonjol secara global.

Direktur Virologi Klinis di Mayo Clinic, Minnesota, Matthew Binnicker memberikan pernyatannya.

Baca juga: Bisa 20.000 Kasus per Hari, Menkes Prediksi Puncak Penularan Virus Corona BA.4 dan BA.5 Akhir Juli

"Masih terlalu dini bagi kami untuk menarik terlalu banyak kesimpulan,

Tapi sepertinya, terutama di India, tingkat penularannya menunjukkan peningkatan eksponensial,

Apakah akan mengungguli BA.5, masih belum ditentukan," ungkap Matthew Binnicker dikutip dari voanews, Senin (11/7/2022).

Ancaman Covid-19 yang makin menggila ini, disebabkan karena beberapa hal.

Kepala Penyakit Menular untuk perusahaan Helix, perusahaan yang memasok sekuensing virus, Shishi Luo menyatakan pendapatnya.

"Fakta bahwa itu telah terdeteksi di banyak bagian dunia bahkan dengan tingkat pengawasan virus yang lebih rendah merupakan indikasi awal penyebarannya," kata Shishi Luo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved