Ibu Kota Negara

Bappenas Kaji Moda Transportasi Alternatif di IKN Nusantara Kaltim, Kereta Gantung Dijajaki

Bappenas tengah mengkaji moda transportasi alternatif di IKN Nusantara Kaltim. Salah satu yang tengah dijajaki adalah kereta gantung.

Dok Kementerian PUPR
Ilustrasi desain IKN Nusantara. Bappenas tengah mengkaji moda transportasi alternatif di IKN Nusantara Kaltim. Salah satu yang tengah dijajaki adalah kereta gantung. 

TRIBUNKALTIM.CO - Persiapan pembangunan IKN Nusantara di Kaltim terus digeber Pemerintah, salah satunya adalah untuk sistem transportasi.

Untuk alternatif pengembangan sistem transportasi di IKN Nusantara di Kaltim, Bappenas tengah melakukan kajian untuk penggunaan kereta gantung.

Demi menjajaki kesesuaian kereta gantung sebagai alternatif transportasti di IKN Nusantara di Kaltim, Bappenas mengunjungi Stevenson Fishing Port, Harbour Flight Centre, dan Boeing di Amerika Serikat (AS).

Kunjungan ke Stevenson Fishing Port, Harbour Flight Centre, dan Boeing di Amerika Serikat (AS) menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa adalah untuk mengembangan sejumalh moda transportasi alternatif di Indonesia.

Bukan hanya di IKN Nusantara di Kaltim saja, tetapi juga kemungkinan untuk pengembangan alternatif transportasi di sejumlah kota lainnya. 

Untuk pembangunan IKN Nusantara di Kaltim, wacana pengembangan kereta gantung sebagai mode transportasi alternatif tengah dijajaki. 

Menurut Suharso Monoarfa, upaya pembangunan kereta gantung masih terhambat, terutama aspek skema pembiayaan dan isu pemanfaatan ruang udara.

Baca juga: Daftar Proyek Pembangunan IKN Nusantara di Kaltim yang Sudah Buka Tender, Jalan hingga Rumah Menteri

"Saat ini sedang dilakukan penjajakan kesesuaian kereta gantung sebagai angkutan perkotaan di IKN dan pariwisata, termasuk kesesuaian aspek topografi wilayah serta added advantage berupa panorama kota.

juga sedang menelaah pengembangan kereta gantung yang terintegrasi dengan rencana induk dan sistem transportasi perkotaan di IKN," ujar Suharso Monoarfa, Minggu (24/7/2022) seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com

Penggunaan "seaplane" untuk Jakarta, Surabaya, Denpasar

Penggunaan seaplane juga sedang dijajaki, utamanya untuk kota waterfront seperti Jakarta, Palembang, Surabaya, dan Denpasar. 

Kajian Kementerian Perhubungan merekomendasikan 9 lokasi pariwisata di Indonesia.

Di samping itu, permintaan terhadap angkutan seaplane perlu dilakukan penelaahan segmentasi pasar dan konektivitas yang dilayani.

Baca juga: Menteri Bahlil Klaim Banyak Investor yang Minat Bangun IKN Nusantara di Kaltim, Negara yang Disebut

"Operasional seaplane di Indonesia mayoritas didominasi swasta dengan peran pemerintah yang masih terbatas pada sisi pemberian izin operasional pesawat apung namun tidak mencakup pembangunan, pengembangan, dan pengoperasian bandara perairan," ujar Suharso.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved