Berita Nasional Terkini

Di Hadapan Karni Ilyas, Susno Duadji Beber Alasan Turun Tangan Atas Kasus Tewasnya Brigadir J

Susno Duadji di Karni Ilyas Club ungkap alasan turun tangan dalam mengungkap kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J

YouTube Indonesia Lawyers Club
Baru-baru ini, mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji di Karni Ilyas Club beber alasan turun tangan dengan atas kasus tewasnya Brigadir J. 

TRIBUNKATIM.CO - Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji di Karni Ilyas Club ungkap alasan turun gunung alias turun tangan dalam mengungkap kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Disampaikan Susno Duaji kepada Karni Ilyas bahwa sebenarnya ia sudah tidak peduli lagi dengan masalah politik dan sebagainya sebelum muncul kasus tewasnya Brigadir J di kediaman Kadiv Propam nonaktif Ferdy Sambo beberapa waktu lalu.

"Ini kan masalahnya saya dengar ada peristiwa D3. Satu minggu saya masih diam karena menurut saya ini kan gampang, tersangkanya ada, yang sudah ngaku peristiwanya tembak ada, senjatanya ada, mayatnya ada" kata Susno Duadji dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (8/4/2022).

"Sebagaimana dijelaskan di media gampang itu, tapi kok berlarut-larit gitu kan. Kemudian, keterangan satu sama lain simpang siur," lanjutnya.

Baca juga: Karni Ilyas Club: Susno Duadji Tanggapi Soal Psiko Hierarki dan Psiko Politis dalam Kasus Brigadir J

Menurut Susno Duadji, saat kasus ini pertama kali diungkap ke publik, pihak yang berwajib menyampaikan kasus ini keterangannya berbeda-beda.

Sehingga menimbulkan pertanyaan bagi semua publik.

Karena kasus ini menyangkut tentang kemanusian, kejujuran dan nama baik atau marwah institusi Polri, diakui Susno Duadji kalau ia mulai tergerak turun tangan atas kasus Brigadir J.

"Saya dibesarkan di Polri, saya sangat cinta kepada Polri, peristiwa ini kalau tidak ditangani dengan baik, akan merusak nama baik Polri," ucap Susno Duadji.

"Sehingga saya terpaksa memberikan masukan-masukan, tapi saya tidak menggurui adik-adik karena junior saya pintar-pintar, tidak mendikte dan tidak juga menghakimi. Saya hanya memberikan pandangan berdasarkan ilmu yang dapat waktu sekolah dulu," tambah Susno Duadji.

Baca juga: Wagub DKI Riza Patria di Karni Ilyas Club Beber Tempat yang Bisa Dijadikan Spot Citayam Fashion Week

Disinggung soal terhambatnya penanganan kasus Brigadir J karena ada faktor psiko hierarki dan psiko politis seperti yang disebutkan Menko Polhukam Mahfud MD, Susno Duadji mengaku jika peryataan tersebut ada benarnya dan sebaliknya.

Tetapi berdasarkan psiko hierarki, hal itu terbantahkan lantaran Ferdy Sambo sudah dinonaktifkan dari jabatannya.

"Saya kira ada benarnya walaupun tidak ada benarnya. Karena faktor psikologis karena hierarki kepangkatan kan sudah ditiadakan dengan dinonaktifkannya Pak Ferdy Sambo," beber Susno Duadji.

(TribunKaltim.co/Justina)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved