Berita Penajam Terkini
Soal Demo Depan Kantor Bupati PPU, Tuntut Kelangkaan Solar Hingga Dugaan Adanya Mafia BBM
Pagi tadi sejumlah masyarakat Penajam Paser Utara melakukan unjuk rasa di Penajam pada Kamis 11 Agustus 2022.
"Kuota kita tidak ada berubah, barangkali ada sistem penyaluran yang kurang pas, maka kedepannya akan kita identifikasi. Kedua harus diakui dengan dipilihnya PPU sebagai IKN banyak peningkatan termasuk jumlah kendaraan," terangnya.
Baca juga: 25 Jaringan Narkoba Internasional Ditangkap, Mantan dan Angota Polisi Aktif Terlibat
Terkait tuntutan dari para demonstran yang terdiri dari beberapa poin, seperti menghentikan dan menangkap pelaku mafia solar, menambah titik SPBU penyedia solar subsidi, membuat regulasi yang ramah konsumen solar subsidi, dan meminta pihak keamanan tegas terhadap pencuri solar subsidi.
Diungkapkan Hamdam, tuntutan tersebut akan segera di rapatkan dengan Pertamina sebagai pihak terkait dengan persoalan ini.
"Pemerintah juga tentu menghitung jumlah kendaraan sebelum ditetapkannya jumlah kuota yang ada, segera kami akan mengundang Pertamina dan aparat keamanan membahas hal ini," tegasnya.
Namun demikian, para demonstran mengancam akan menggelar aksi yang dengan mendatangkan massa yang lebih besar, apabila dalam kurun waktu satu atau Minggu kedepan tidak ada perubahan yang terjadi.
Baca juga: Kesepian Ditinggal Mudik Istri, Seorang Pria Muda di Samarinda Nekat Cabuli Anak Belia
Ratusan demonstran tersebut menggelar aksi sebagai bentuk protes terhadap kelangkaan solar yang terjadi di PPU.
Kuota solar subsidi yang diperuntukan bagi masyarakat PPU diduga banyak diambil oleh pengetap.
Hal itu membuat supir truk harus mengantri empat hingga lima hari agar bisa mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut.
Salah satu peserta aksi, Said Abdillah dalam orasinya menyampaikan, para supir truk bahkan harus mengantri empat hingga lima hari hanya untuk mendapatkan solar.
Baca juga: Jelang Hari Kemerdekaan, Pertamina Bagikan 100 Bendera Merah Putih untuk Kendaraan Operasional
"Antrian didepan SPBU mengular dan mengantri lama bahkan hingga berhari-hari," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (11/8/2022).
Aksi protes ini digelar lantaran mereka menduga, kuota solar yang selama ini diperuntukan bagi masyarakat, malah dinikmati oleh pengetap.
"Supir mengantri berhari-hari tapi didahului oleh mafia solar," sambungnya.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina.
Baca juga: Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Fenomena Citra Niaga Fashion Week hingga Wacana Kenaikan Pertalite
Dan menyampaikan bahwa permasalahan ini juga terjadi di daerah lain.
Hanya saja mereka dibuatkan regulasi mengatur penyaluran solar ini.