Berita Kukar Terkini

Disdukcapil Kukar Percepat Pemutakhiran Data Kependudukan Jelang Pemilu 2024

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kutai Kartanegara terus mempercepat pemuktahiran data kependudukan berkelanjutan (DKB).

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Disdukcapil Kukar pun akan menggencarkan proses perekaman kepada wajib KTP Elektronik untuk mempermudah proses pemutakhiran data pemilu. (TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kutai Kartanegara terus mempercepat pemuktahiran data kependudukan berkelanjutan (DKB).

Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto, mengatakan hal ini dilakukan untuk menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Sasaran pemuktahiran DKB ini teruntuk pemilih baru berusia 17 tahun dan sudah menikah di bawah usia 17 tahun. Kemudian pensiunan TNI atau Polri supaya dapat mengunakan hak pilihnya.

"Di dalamnya termasuk mencatat orang yang sudah meninggal agar tak terinput di data pemilih tetap (DPT)," ujarnya, Senin (15/8/2022).

Baca juga: 7 Kriteria Desa Wisata ala ADWI, Desa Pela Kukar Siap Menerapkan

Iryanto menjelaskan, jumlah pemilih pemula di Kabupaten Kutai Kartanegara juga mengalami penambahan. Tahun ini, jumlah pemilih baru sekira 15 ribu.

Disdukcapil Kukar pun akan menggencarkan proses perekaman kepada wajib KTP Elektronik untuk mempermudah proses pemutakhiran data pemilu.

Berdasarkan data yang dihimpun, tahun ini, dari 521.174 wajib KTP sebanyak 98,77 persen telah masuk dalam progres perekaman.

Baca juga: Tarif Homestay di Desa Wisata Pela Kukar Hanya Rp 150 Ribu, Simak Fasilitas dan Daya Tariknya

Capaian ini tak terlepas dari upaya jemput bola yang melibatkan tingkat kecamatan desa/kelurahan, hingga pengurus RT setempat.

"Nanti dipastikan akan ada penambahan di tahun berikutnya, untuk jumlahnya belum diketahui," kata Iryanto.

Pemuktahiran data pemilu ini dilakukan dalam rangka mengurangi angka golongan putih (Golput) atau tidak memilih. Tingginya angka golput disebabkan beberapa aspek, salah satunya data yang tidak akurat.

Baca juga: Bupati Kukar Edi Damanysah Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih di CFD

"Golput itu penyumbang data yang tidak akurat seperti orang mati tapi tidak didata untuk diterbitkan akta kematian sehingga masih sebagai orang yang hidup sehingga masuk DPT," tandasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved