Berita Paser Terkini

Kisah Ardiansyah, Puluhan Tahun Menjadi Pengrajin Sagu di Paser

Puluhan tahun menjadi pengrajin Sagu, warga Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Ardiansyah masih konsisten dengan usahanya tersebut.

Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Ardiansyah saat melakukan pemotongan pohon sagu kemudian digiling proses pembuatan tepung sagu, yang ada di  Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jumat (19/8/2022). (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO - Puluhan tahun menjadi pengrajin Sagu, warga Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Ardiansyah masih konsisten dengan usahanya tersebut.

Diketahui, sagu merupakan tepung olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau pohon sagu, dengan karakteristik fisik mirip dengan tepung tapioka.

Dalam resep makanan, sagu relatif sulit diperoleh maka sering diganti dengan tepung tapioka.

Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sagu cukup mudah kita temui dan sangat mudah didapati di pasar yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Baca juga: Cuaca Penajam Paser Utara Hari ini, Minggu 21 Agustus 2022, Berpotensi Hujan Hingga Siang Hari

"Untuk mendapatkan pati sagu, ada sejumlah proses yang dilakukan, seperti pemilihan pohon layak tebang berdasarkan ukuran dan usia," terang Ardiansyah.

Biasanya sagu akan mulai dipanen saat berusia 8 hingga 10 tahun dengan tinggi rata-rata 10 sampai 11 meter.

Dalam proses pengambilan batang sagu, juga membutuhkan beberapa proses karena harus ditarik menggunakan perahu dan mengikuti arus sungai untuk kemudian dibawa ke lokasi produksi.

"Hampir tiap hari kita lakukan penebangan kecuali hari Jumat, dan rata-rata pengambilan itu hanya 2 batang dalam sehari, kemudian kita tarik menggunakan perahu," jelasnya.

Baca juga: Cuaca Kabupaten Paser Hari ini,Minggu 21 Agustus, Potensi Hujan Disertai Petir di Beberapa Kecamatan

Lokasi pengambilan pohon sagu, kata Ardiansyah berada di 3 lokasi, meliputi Desa Tanah Priuk, Suatang dan yang terbanyak di Desa Pasir Belengkong.

"Setelah ditebang, batang sagu dibersihkan dari pelepah daun maupun duri-durinya. Setelah itu dipotong-dipotong dengan ukuran lebih kurang setengah meter," tambahnya.

Kemudian batang sagu dibelah menggunakan kapak menjadi empat hingga lima bagian sebelum dimasukkan ke dalam mesin parut.

Lalu serbuk hasil parutan langsung ditampung di dalam sebuah bak.

Baca juga: Pengrajin Sagu di Paser Belengkong Paser Bisa Hasilkan Rp 15 Juta per Bulannya

Dalam 1 batang pohon sagu bisa menghasilkan 2 pikul atau 200 kilogram tepung sagu.

Setelah proses penggilingan kemudian tahapan selanjutnya dikeringkan agar bisa menjadi tepung sagu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved