Berita Balikpapan Terkini

Kasatpol PP Ingatkan Pihak Tak Berkepentingan Jangan Campuri Permasalahan Lahan RS Sayang Ibu

Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau kepada masyarakat yang tak berkepentingan untuk tidak ikut-ikutan mencampuri permasalahan lahan lokasi pembanguna

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Konferensi pers yang digelar Pemkot Balikpapan menanggapi simpang siur informasi yang berkembang di masyarakat terkait lahan lokasi pembangunan RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau kepada masyarakat yang tak berkepentingan untuk tidak ikut-ikutan mencampuri permasalahan lahan lokasi pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan pada saat menggelar konferensi pers di Lobby Kantor Pemkot Balikpapan pada Senin (22/8/2022).

“Saya mohon juga kepada abang-abang maupun adik-adik kita yang ada di ormas (organisasi masyarakat), jangan ikut-ikutan karena ini jelas legalitasnya milik Pemkot Balikpapan,” ujar Zulkifli.

Ia minta pihak yang tidak berkepentingan untuk tidak ikut menghalangi petugas dalam melakukan penertiban lokasi pembangunan RS Sayang Ibu tersebut.

Zulkifli menjelaskan sudah ada warga masyarakat yang menggugat hal ini di pengadilan, dalam prosesnya tentu akan membuktikan legalitas dokumen kepemilikan lahan yang sah.

Baca juga: Dituding Caplok Tanah Warga, Pemkot Balikpapan Beber Luasan Lahan Pembangunan RS Sayang Ibu

Pihak Pemkot Balikpapan mengaku akan tunduk pada putusan pengadilan jika memang gugatan ini dimenangkan pihak masyarakat sampai inkrah.

“Kita akan lakukan ganti rugi sesuai dengan putusan pengadilan,” tuturnya.

“Kalaupun mereka meninggalkan tempatnya pada hari ini maka tidak ada ruginya bagi mereka juga, karena jika menang gugatannya maka tinggal diganti rugi saja tetapi jika mereka kalah nantinya mereka akan merasa bersalah karena permasalahan berkepanjangan ini,” ucapnya.

Asisten Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Syaiful Bahri juga menegaskan tidak mungkin pihak Pemkot Balikpapan mengakui hak milik masyarakat.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Beberkan Soal Luasan Lahan Lokasi Pembangunan RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat

“Tidak mungkin kita mau mengakui hak masyarakat atau mengusir masyarakat karena memang lahan tersebut adalah milik Pemkot Balikpapan,” jelasnya.

“Kita juga tidak mengusir ya karena memang sejak 1993 sampai tahun ini, kita juga sudah melakukan jalan yang baik,” tuturnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved