Berita Internasional Terkini

Rudal Jepang akan Ditempatkan di Nansei, Mampu Capai Korea Utara, Persiapan Melawan China

Negeri matahari terbit, Jepang sedang ancang-ancang atau bersiap pasang senjata untuk melakukan serangan militer.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNNEWS.COM/Richard Susilo
Persenjataan anti peluru kendali canggih Jepang PAC-3 sedang dalam latihan di Osaka Kamis ini (19/5/2022).Jepang sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan 1.000 rudal jelajah jarak jauh. Peluncuran itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan serangan balik Jepang terhadap China. 

TRIBUNKALTIM.CO - Negeri matahari terbit, Jepang sedang ancang-ancang atau bersiap pasang senjata untuk melakukan serangan militer.

Jepang sekarang ini bisa dikatakan pasang kuda-kuda terhadap hal-hal yang bisa mengancam negaranya sendiri.

Di antaranya sediakan rudal, yang siap meluncur terbang ke negara yang memang dianggap membahayakan bagi Jepang

Senjata akan ditempatkan terutama di sekitar pulau Nansei selatan dan mampu mencapai wilayah pesisir Korea Utara dan China.

Baca juga: Cina Pamer Kekuatan Militer di Dekat Taiwan, AS, Australia, dan Jepang Tingkatkan Pertahanan

Jepang sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan 1.000 rudal jelajah jarak jauh.

Peluncuran itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan serangan balik Jepang terhadap China.

Demikian dilaporkan oleh surat kabar Yomiuri pada hari Minggu (21/8/2022).

Rudal-rudal itu akan dimodifikasi dengan senjata yang ada untuk memperluas jangkauannya dari 100 kilometer menjadi 1.000 kilometer, kata surat kabar itu, mengutip sumber-sumber pemerintah.

Baca juga: Bukan Bantu Lawan Ukraina, Pasukan China ke Rusia Latihan Militer Bersama

Senjata, yang diluncurkan oleh kapal atau pesawat.

Senjata akan ditempatkan terutama di sekitar pulau Nansei selatan dan mampu mencapai wilayah pesisir Korea Utara dan China, kata Yomiuri, sebagaimana dilansir CNN.

Jepang , yang menafsirkan konstitusi pascaperang yang menolak perang berarti dapat menggunakan militernya hanya untuk membela diri, telah meningkatkan pengeluaran militernya dan mengambil strategi yang lebih tegas dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi negara itu menahan diri untuk tidak mengerahkan rudal jarak jauh, di antara batasannya pada senjata yang dapat menyerang sasaran di tanah asing.

Baca juga: Xi Jinping dalam Ancaman Besar, Taiwan Pamer Arteri Howitzer Usai China Latihan Militer

Ketegangan regional meningkat bulan ini setelah kunjungan Nancy Pelosi , ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, ke Taiwan , yang memiliki pemerintahan sendiri tetapi diklaim oleh China.

Beijing meluncurkan rudal di dekat Taiwan dan ke zona ekonomi eksklusif Jepang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved