Berita Nasional Terkini

Susno Duadji di ILC: Polisi yang Terbukti Terlibat dalam Kasus Brigadir J Bisa Direkomendasikan PTDH

Susno Duadji di ILC mengaku bahwa 97 orang orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua harus diadili sebaik-baiknya

Penulis: Justina | Editor: Justina
YouTube Indonesia Lawyers Club
Susno Duadji saat tampil di acara ILC membahas tentang 97 orang yang terlibat dalam kasus Brigadir Joshua yang melibatkan Ferdy Sambo. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji di Indonesia Lawyers Club (ILC) mengaku bahwa 97 orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir Joshua) yang melibatkan Ferdy Sambo harus diadli sebaik-baiknya.

Dijelaskan Susno Duadji kepada Karni Ilyas dan bintang tamu ILC lainnya, bahwa dari 97 orang tersebut kemungkinan tidak semuanya menjadi penghambat dalam penyidikan kasus Brigadir Joshua.

"Kalau yang benar merusak TKP, yang benar-benar menghilangkan barang bukti dengan sengaja untuk merusak kasus ini, jangan tidak ditindaklanjuti, diselesaikan melalui Komisi Kode Etik," kata Susno Duadji dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club (ILC), Senin (29/8/2022).

"Karena itu, dia sudah ada niat untuk menghambat jalannya penyidikan atau turut serta dalam peristiwa ini supaya peristiwa ini tidak terbongkar, dia harus dipidanakan, siapapun dia, termasuk kalau dia perwira tinggi," sambungnya.

Baca juga: Karni Ilyas dan Susno Duadji di ILC Kompak Minta pada DPR agar Kompolnas Diperkuat Lagi Wewenangnya

Selain itu, Susno Duadji juga berharap agar beberapa orang yang terlibat pada kasus Brigadir Joshua, itu tidak hanya diberikan pelanggaran kode etik karena ketidakmampuan dalam menjalankan sebuah profesi.

Apalagi menurutnya, apabila yang terlibat perwira tinggi, tidak benar jika mereka tidak mampu mengolah TKP.

"Mana ada Kombes tidak mampu mengolah TKP. Itu dengan sengaja merusak, dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar. Jadi, kita jangan terlena bahwa ini ketidakmampuan mengolah TKP, mana ada cerita, kecuali kalau Bharada tidak mampu, iya. Tapi jenderal pasti mampu, Kombes pasti mampu," ungkap Susno Duadji.

Baca juga: Minta DPR Agar Kompolnas Bisa Dibuatkan UU Tersendiri, Susno Duadji di ILC: Kompolnas Seperti Mandul

Oleh karenanya, Susno Duadji menegaskan siapapun yang dengan sengaja membantu Ferdy Sambo dalam kasus Brigadir Joshua, harus tetap diseret ke dalam Komisi Kode Etik.

Tidak dipungkiri, ancaman bagi yang melanggar hal tersebut, maka bisa direkomendasikan dalam PTDH (Pemberhentian Tidak dengan Hormat) dari Kepolisian.

Baca juga: Aryanto Sutadi di ILC: Ferdy Sambo Sudah Diperingati Tak Pakai Motif Pelecehan pada Kasus Brigadir J

Dan tentunya, itu juga akan dibawa ke dalam sidang pidana.

"Tinggal nanti, apakah dia termasuk di dalam, ikut serta, membantu atau menutupi. Jadi, bisa Pasal 340 338, junctonya bisal pasal 55 dan 56 ayat 1, ayat 2 dan 56," beber Susno Duadji.

Maka dari itu, Susno Duadji mengaku kalau hukuman bagi membantu Ferdy Sambo cukup berat.

Sebaliknya, keadilan terhadap beberapa orang yang tidak terlibat, tetapi hanya bertepatan ada di lokasi kejadian dan tidak mengetahui yang sebenarnya, bagi Susno Duadji sebaiknya harus diberi sanksi yang sesuai dengan kesalahannya.

(TribunKaltim.co/Justina)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved