Berita Pemkab Kutai Barat
Tingkatkan Kinerja Penyuluh KB Turunkan Angka Stunting
(DP2KBP3A) Kubar melaksanakan Rapat Koordinasi PKB/PLKB Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana.
TRIBUNKALTIM.CO - Guna meningkatkan kualitas dan kinerja para tenaga penyuluh KB dalam pengelolaan KB Nasional sekaligus mengevaluasi program keluarga berencana di Kubar, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kubar melaksanakan Rapat Koordinasi Petugas Penyuluh KB (PKB/PLKB) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di ruang Pertemuan Kantor BP3D.
Rakor ini dibuka oleh Asisten II Drs Rahmad MSi, Rabu (31/8/2022).
Kepala DP2KBP3A, Dr Sukwanto S Kep Ners M Si menjelaskan, rakor ini diikuti 65 orang Penyuluh KB.
Baca juga: Sah, 210 Pendekar Muda di Kubar Jadi Warga PSHT
Ia berharap, dapat memacu semangat pengelola KB di kampung/keluaran untuk meningkatkan kemampuan dalam membantu dan memfasilitasi masyarakat berperan aktif mendukung program KB serta penurunan angka stunting.
Rakor tersebut menghadirkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim dr Sunarto S Kep M adm KP dan jajarannya sebagai narasumber, serta Satgas Penurunan Stunting Provinsi Kaltim Irael Bigael yang bertugas di Kubar dan Mahulu.
Sementara Bupati FX Yapan SH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Rahmad berharap rakor ini menysinergikan berbagai program KB untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga.
Baca juga: Industri Kerajinan di Kubar Makin Berkembang, Regenerasi Perajin Harus Tetap Terjaga
Untuk diketahui, jumlah Petugas Penyuluh KB (PKB/PLKB) di Kabupaten Kutai Barat 65 orang untuk kebutuhan pelayanan Program Bangga Kencana di 194 kampung/kelurahan.
Jumlah Kampung KB di Kubar 45 Kampung. Sementara wanita usia subur di Kubar berdasarkan umur kurang 20 tahun sebanyak 12.537 (45,86 persen), umur sama lebih dari 20 tahun sebanyak 14.801 ( 54,14 persen)
Menurut Bupati, program KB/Bangga Kencana di Kabupaten Kutai Barat sudah berjalan dengan cukup baik.
Jika dilihat dari capaian Peserta KB Aktif (PA) sampai Juli 2022, sebanyak 15.896 PA (64,49 persen) dari total target 24.647 PA.
"Namun dalam rakor hari ini saya menginginkan setiap peserta proaktif menyampaikan apa saja yang menjadi kendala di lapangan, sehingga menjadi bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti nantinya," ujarnya.
Baca juga: Kubar Punya Produk Olahan Pangan Perikanan, Diproduksi Kelompok Wanita Nelayan Kenohan Baru
Sejalan dengan semangat pembangunan dari daerah, lanjutnya, Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP) turut berperan serta dalam pengelolaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) sebagai wadah masyarakat di tingkat desa/kelurahan, dusun/RW dan RT ke bawah, secara nasional.
IMP juga dikenal secara praktis sebagai Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) dan Kelompok KB.
Lewat IMP inilah, PKB/PLKB menggiatkan program Bangga Kencana di masyarakat.
Melihat besarnya cakupan wilayah dan cakupan program Bangga Kencana, maka keseluruhan pihak terkait perlu bergerak harmonis agar program ini dapat berjalan secara maksimal.
Baca juga: Adat Ngugu Tahun Pererat Persaudaraan, Warga Kampung Bentas Melestarikan Budaya
