Berita Samarinda Terkini

Realisasi Lelang Rp 117 M, DPRD Kaltim Duga Perwakilan Biro Pengadaan Barjas Salah Sampaikan Data

Komisi III DPRD Kaltim tetap melakukan RDP bersama kabag dan pokja di Biro Barjas, Selasa (20/9/2022) namun tak membahas secara rinci dan detail

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir menduga ada kesalahan data yang disampaikan pihak Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setdaprov Kaltim yang hadir dalam rapat, Selasa (20/9/2022). (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi III DPRD Kaltim tetap melakukan RDP bersama kabag dan pokja di Biro Barjas, Selasa (20/9/2022) namun tak membahas secara rinci dan detail apa saja yang akan dievaluasi.

Hambatan terjadi karena ketidakhadiran Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setdaprov Kaltim.

Dalam rapat bersama Selasa (20/9/2022), pihak Biro Barjas hanya diwakili oleh Kabag Pembinaan Biro Pengadaan Barjas, dan perwakilan 14 pokja.

Disampaikan oleh perwakilan Biro Pengadaan Barjas bahwa realisasi lelang proyek per September 2022 baru menyentuh angka Rp117 miliar dari total Rp1,7 triliun yang dikelola.

Baca juga: Komisi III DPRD Geram Plt Karo Pengadaan Barjas Setdaprov Kaltim Tak Hadir Lagi dalam Rapat Bersama

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir, langsung menyoroti angka yang dikemukakan dan menduga ada kesalahan data yang disampaikan Biro Pengadaan Barjas.

Jika melihat waktu berjalan sekitar sembilan bulan, nilai realisasi Rp117 miliar sangat minim besarannya.

"Kami curiga data salah, masa baru yang terealisasi baru Rp117 miliar," sebut Sutomo Jabir, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Satpol PP Samarinda Lakukan Operasi Yustisi, Sasar Badut, Anjal, Gepeng dan Miras

Dengan nilai Rp117 miliar tersebut, hanya senilai satu paket proyek fisik. Sutomo Jabir menduga perwakilan Biro Pengadaan Barjas yang datang ke rapat hari ini, juga benar-benar tidak mengetahui bahkan tidak berkompetensi memaparkan data yang disajikan.

"Ini kan nilai Rp117 miliar baru satu paket saja. Ini membuktikan orang-orang yang dikirim ke RDP ini tidak mengerti, tidak menguasai materi," tegasnya.

Sementara data yang dipegang Komisi III DPRD Kaltim, total proyek yang belum dilelang Biro Pengadaan Barjas mencapai 91 paket. Selain itu juga, masih ada 20 paket proyek masih antre untuk dilelang.

Baca juga: Bandar Togel di Teluk Lerong Ulu Samarinda Dibekuk, Pelaku Untung Rp 1 Juta per Minggu

"Ini sudah bulan September, kapan dilaksanakan. Kenapa mesti baru sekarang dieksekusi," ungkap ya.

Pemprov Kaltim melalui Biro Pengadaan Barjas juga diduganya, sengaja menunda lelang agar Silpa Kaltim tinggi di akhir 2022 nanti.

"Jangan-jangan memang sengaja membuat banyak Silpa," tandasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved