Berita Nasional Terkini

TERBONGKAR Gubernur Papua Punya Manajer Pencucian Uang, Mahfud MD: Kalau Dipanggil KPK Datang Saja

Terbongkar Gubernur Papua, Lukas Enembe punya manajer pencucian uang, Mahfud MD sebut kalau dipanggil KPK datang saja.

Kolase Tribunkaltim.co
Gubernur Papua dan Mahfud MD. Terbongkar Gubernur Papua, Lukas Enembe punya manajer pencucian uang, Mahfud MD sebut kalau dipanggil KPK datang saja. 

Dari hasil penelusuran KPK, terbongkar bahwa Gubernur Papua, Lukas Enembe punya manajer pencucian uang.

Bahkan Gubernur Papua Lukas Enembe diduga melakukan setoran tunai di kasino judi senilai Rp560 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana belum lama ini.

Pemakaian uang untuk judi tersebut dilakukan di dua negara.

Nah, Menko Polhukamn Mahfud MD sebut kalau Gubernur Papua dipanggil KPK datang saja.

Selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: SEDERET FAKTA Korban Mutilasi Oknum TNI di Timika, KKB Papua Tak Terima, Ingin Balas Dendam ke TNI?

Tak hanya itu, di samping aktivitas judi, PPATK juga menemukan transaksi pembelian barang–barang mewah, termasuk di antaranya pembelian jam tangan senilai Rp550 juta.

Seperti diberitakan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap temuan soal dugaan penyimpanan dan pengelolaan uang yang tidak wajar oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.

Setidaknya terdapat 12 temuan PPATK, salah satunya terkait setoran tunai yang diduga disalurkan Lukas Enembe ke kasino judi yang nilainya ditaksir mencapai setengah triliun lebih.

PPATK menduga, Lukas Enembe terlibat aktivitas perjudian di dua negara.

"Salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55 juta dollar (Singapura) atau Rp 560 miliar rupiah. Itu setoran tunai dilakukan dalam periode tertentu," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Senin (19/9/2022).

Baca juga: Kisah Warga Papua Panen Ikan Mujair 3 Ton, Digagas Satgas Damai Cartenz di Tengah Konflik KKB Papua

Selain itu, PPATK juga menemukan dugaan setoran tunai tak wajar yang dilakukan pria yang belum lama ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi Rp 1 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Ivan menyebut setoran tunai tak wajar itu dilakukan dalam jangka waktu pendek dengan nilai fantastis mencapai Rp 5 juta dollar Singapura.

Kemudian, masih dengan metode setoran tunai, tercatat ada pembelian jam tangan mewah senilai 55.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 550 juta.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved