WNA Dianiaya di Kukar

2 Tersangka Penganiayaan WNA Asal Tiongkok di Kukar Terancam 12 Tahun Penjara

Dua tersangka penganiayaan Andri (35) dan Hendra (39) terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok terancam 12 tahun penjara

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP I Made Suryadinata menggelar press conference terkait penganiayaan dua WNA dan menunjukkan barang bukti. (TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dua tersangka penganiayaan Andri (35) dan Hendra (39) terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok terancam 12 tahun penjara.

Mereka dikenakan pasal berlapis usai menganiaya WNA atas nama Ni Xiu Ming (50) hingga tewas dan Ni Chau Guang (52) yang mengalami luka pada jari kanan kelingkingnya dan putus.

Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP I Made Suryadinata, mengatakan kedua tersangka dikenakan Pasal 170 Ayat (2) Ke-3e KUHP Subider Pasal 154 Ayat (2) KUNP.

Pasal tersebut berbunyi, barang siapa di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang kekerasan yang dilakukan tu menyebabkan orang lain mati.

Baca juga: Ketua DPRD Kukar Unjuk Kebolehan Adu Gasing di Event Olahraga Tradisional

"Barang siapa dengan sengaja melukai berat orang lain berakibat mati dan teraniaya, maka ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun," ujarnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (27/9/2022).

Sebelumnya diberitakan, nasib nahas menimpa dua Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.
Investor PT Kalimantan Bara Perkasa (PT KBP) itu, Minggu (25/9/2022) malam, dianiayai.

Penganiayaan itu menyebabkan Ni Xiu Ming tewas usai leher, bahu dan pahanya kena sabetan mandau, sedangkan Ni Chau Guang harus kehilangan jari kelingking.

Tragedi itu berawal saat tersangka memasuki area PT KBP yang merupakan areal IUP milik Koperasi Prima Mandiri. Lokasinya berada di RT 12 Desa Purwajaya, Loa Janan, Kukar.

Baca juga: Meriahkan Erau 2022, Ribuan Peserta Ramaikan Lomba Olahraga Tradisional di Kukar

Tersangka kemudian cek-cok masalah Lahan galian tambang yang belum ditimbun-timbun oleh pihak perusahaan.

Bukan itu saja, tersangka mengklaim dipukul lebih dulu oleh korban. Karena itulah kedua tersangka menganiaya korban menggunakan mandau dan bungkul, hingga salah satunya meninggal dunia.

Tidak lama berselang, Polres Kukar bersama Ditreskrimum Polda Kaltim dan Polsek Loa Janan mengetahui kejadian itu. Pihak kepolisian pun melakukan olah TKP, hingga akhirnya diketahui motif pelaku.

Setelah dicari, kedua tersangka berhasil diringkus di rumah salah satu kerabatnya yang berada di RT 01 Jalan Bunga, Kelurahan Bentuas, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Baca juga: Gara-Gara Lubang Tambang, 2 WNA Asal Tiongkok Dianiaya di Loa Janan Kukar, Satu Korban Tewas

“Setelah menganiaya kedua korban, kedua pelaku berusaha melarikan diri,” lanjut Made.

Dari tangan kedua pelaku, Polres Kukar menyita 2 bilah mandau, satu unit sepeda motor warna hitam dan jaket berwarna biru, yang digunakan keduanya saat menganiaya.

Hendra dan Andri kini mendekam di balik jeruji Mapolres Kukar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved