Berita Samarinda Terkini

Ribuan Guru Rencana Datangi Walikota Samarinda Minta Edaran Pemberian Insentif Dicabut

atusan guru di Samarinda berkumpul memadati Gedung Bahampas di Kawasan GOR Segiri, pada konsolidasi

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA
Ratusan Guru Di Samarinda berkumpul memadati Gedung Bahampas di Kawasan GOR Segiri, pada konsolidasi dalam rangka merespon Surat Edaran Pemberian insentif guru. Kamis (29/9/2022).TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Ratusan guru di Samarinda berkumpul memadati Gedung Bahampas di Kawasan GOR Segiri, pada konsolidasi dalam rangka merespon Surat Edaran Pemberian insentif guru. Kamis (29/9/2022).

Surat Edaran Nomor: 420/9128/100.0 Tentang Penyelenggaraan Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan, dinilai merugikan guru.

"Ini berkumpulnya atas reaksi surat edaran yang tersebar dikalangan para guru yang menurut kami disini itu sangat merugikan untuk para guru," kata Muhammad Iqro Ketua Forum Peduli Guru, Kamis (29/9/2022).

Ia mengatakan bahwa Forum Peduli Guru memutuskan untuk langsung beramai-ramai mendatangi Balai Kota pada Senin (3/10/2022), untuk melakukan audiensi dengan Walikota Samarinda Andi Harun.

Baca juga: Komisi IV DPRD Samarinda Minta Pemkot Sosialisasikan Surat Edaran Terkait Insentif Guru

Baca juga: Pemerintah Kota Samarinda Putuskan Kriteria Guru Yang Tetap Terima Insentif

Baca juga: Tunggakan Insentif ASN di Penajam Paser Utara Mulai Dibayarkan

Diperkirakan massa yang akan hadir sekitar 10 ribu lebih guru, sesuai dengan jumlah guru yang ada di Samarinda.

Sebagai seorang guru, ia mengaku sedih dengan terbitkan surat edaran tersebut.

"Sedih, dalam artian yang kita harapkan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, justru turun," ungkapnya.

FPG bersepakat untuk fokus pada isu utama bahwa tidak dibedakan dalam hal pemberian tunjangan, termasuk juga dengan pegawai lain di lingkungan Pemkot Samarinda.

Baca juga: Pemkot Dan Komisi IV DPRD Samarinda Upayakan Pemberian Insentif Guru Dibantu Pemprov Kaltim

"Pertama mencabut surat edaran tersebut, selanjutnya merevisi Perwali nomor 5 tahun 2021, yang dimana disitu mengecualikan para guru, karena ingin kesetaraan dan keadilan" ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved