Tragedi Arema vs Persebaya

14 Siswa Tewas dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Orangtua tak Sangka Anaknya di Ruang Jenazah

Selain itu tercatat enam siswa SMK Muhammadiyah yang luka-luka karena terkena gas air mata, sesak napas dan luka karena terinjak

Editor: Budi Susilo
Kolase Surya
Foto kanan: pelajar Kota Malang yang jadi korban tragedi Arema vs Persebaya. Sumiarsih, ibunda Ibnu Muhammad Rafi, korban tewas tragedi Arema vs Persebaya di stadion Kanjuruhan, Kota Malang, Jawa Timur. 

Baca juga: Pelatih Arema Javier Roca Menangis Cerita Tragedi Kanjuruhan, Aremania Meninggal di Pelukan Pemain

Ke-14 siswa tersebut adalah pelajar SMP dan SMA dari beberapa daerah di Kota Malang.

Menurut Ketua MKKS SMKN Kota Malang, Hari Mulyono. pelajar yang meninggal dunia berasal dari sekolah negeri dan swasta.

Baca juga: Tragedi Arema vs Persebaya Hari Ini: 127 Tewas, Jadi Laga Sepakbola Paling Mematikan dalam Sejarah

"Meski bersekolah di Kota Malang, namun ada yang rumahnya di Kabupaten Malang," katanya, Senin (3/10/2022).

Berikut sebagian daftaranya:

- Clarita Discha Nophia Putri | SMKN 2 | Warga Dukuh Jemuraran, Desa Sukodadi, kecamatan Wagir, Kabupaten Malang

- Hildan Agit Agista | SMKN 2 | Warga Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

- Tegar Ardian Yoga | SMKN 2 | warga Jalan Pdek No 22, Dusun Bunder, Pakistaji, Kabupaten Malang.

- Ibnu Muhammad Rafi | SMAN 10, Gilang Surya Ramdhan | SMKN 8

- Citra Ayu Amelia | SMKN 7

Korban meninggal lainnya adalah dua siswa dari SMKN 4, satu siswa dari SMKN 5 dan satu siswa dari SMK PHRI 2.

Lalu di SMKN 9 ada satu siswa meninggal dan serta satu siswa SMPN 8 yang juga tewas.

Sementara di SMKN Muhammadiyah tercatat satu siswa meninggal dunia.

Sedangkan siswa yang mengalami luka-luka, diantaranya enam soiswa dari SMKN 2 yang patah tulang hingga dirawat di RS Ramdani Husada dan RSAA.

Selain itu ada yang dirawat di rumah karena terluka akibat pukulan di kepala, terbentur hingga terkilir.

Selain itu tercatat enam siswa SMK Muhammadiyah yang luka-luka karena terkena gas air mata, sesak napas dan luka karena terinjak.

Ada juga yang retak tulang rusuk dan tangan kanan.

Untuk di SMKN 7, ada empat siswa yang mengalami luka-luka dan di SMKN 6 ada enam siswa yang terluka.

Di SMKN 5 ada satu siswa terluka dan di SMKN 4 ada empat pelajar yang terluka.

Korban meninggal lainnya adalah dua siswa dari SMKN 4, satu siswa dari SMKN 5 dan satu siswa dari SMK PHRI 2.

Lalu di SMKN 9 ada satu siswa meninggal dan serta satu siswa SMPN 8 yang juga tewas.

Sementara di SMKN Muhamaddiyah tercatat satu siswa meninggal dunia.

Sedangkan siswa yang mengalami luka-luka, diantaranya enam siswa dari SMKN 2 yang patah tulang hingga dirawat di RS Ramdani Husada dan RSAA.

Selain itu ada yang dirawat di rumah karena terluka akibat pukulan di kepala, terbentur hingga terkilir.

Selain itu tercatat enam siswa SMK Muhammadiyah yang luka-luka karena terkena gas air mata, sesak napas dan luka karena terinjak.

Ada juga yang retak tulang rusuk dan tangan kanan.

Untuk di SMKN 7, ada empat siswa yang mengalami luka-luka dan di SMKN 6 ada enam siswa yang terluka.

Di SMKN 5 ada satu siswa terluka dan di SMKN 4 ada empat pelajar yang terluka.

(Sylvianita Widyawati/Musahadah)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dikira Hanya Luka Ringan, Kakak Temukan Rafi Sudah Menjadi Jasad di Kamar Jenazah

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved