Berita Samarinda Terkini

Entaskan 9.030 Warga Miskin Ekstrem di Samarinda, Andi Harun Bakal Libatkan Beberapa OPD

Walikota Samarinda, Andi Harun memberikan instruksi kepada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merumuskan program pengentasan kemiskinan ekstr

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Ilustrasi permukiman warga miskin di kawasan jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, Kota Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun memberikan instruksi kepada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merumuskan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Samarinda.

OPD yang ditunjuk untuk melaksanakan instruksi itu adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda.

Diketahui, saat ini ada 9.030 warga Samarinda yang masuk kategori miskin ekstrem.

Sebagai informasi, miskin ekstrem adalah warga memiliki penghasilan senilai 1,9 dolar/bulan atau senilai Rp 32 ribu/bulan.

Andi Harun mengatakan, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) milik Kota Samarinda yang juga akan turut terlibat dalam pengentasan miskin ekstrem tersebut.

Baca juga: Angka Kemiskinan di Samarinda Tahun 2021 Meningkat, Jumlah Warga Miskin Ekstrem Capai 19 Ribu Jiwa

Tiap OPD diupayakan berkontribusi menghapuskan kemiskinan ekstrem sesuai dengan bidangnya masing-masing, termasuk di antaranya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda akan melibatkan warga yang tergolong miskin ekstrem, untuk bekerja dalam kegiatan pembangunan di Samarinda.

Begitupun, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda diharapkan Disnaker akan memberikan pelatihan atau sertifikasi tenaga kerja bagi masyarakat yang masuk kategori miskin tersebut.

“Jadi kontraktornya dari Samarinda termasuk tenaga kerjanya yang mengambil dari warga miskin ekstrem itu,” ujar Andi Harun.

Sehingga ada perputaran ekonomi dari kegiatan yang terlaksana dalam proyek pembangunan di Kota Tepian.

Baca juga: 3 Program Perkumpulan Keluarga Anak Tunarungu DTLS Kaltim, Walikota Andi Harun Dukung

Selain itu ia juga memastikan dari Perumdam Tirta Kencana juga diminta untuk bersinergi dalam pemenuhan air bersih bagi masyarakat miskin ekstrem.

“Karena saya sebenarnya tidak puas kalau hanya satu dua program, makanya ini OPD terkait yang menyusun program pengentasan kemiskinan ekstrem akan rapat maraton merumuskan kegiatan mereka di tahun depan,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menitikberatkan pada program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat (probebaya), agar bisa dimanfaatkan untuk mengurangi miskin ekstrem di Ibu Kota Kaltim ini.

Sehingga ia memastikan banyak OPD akan dilibatkan untuk terus menekan jumlah kemiskinan ekstrem di Samarinda.

Baca juga: Walilota Andi Harun Sebut Samarinda Kota Pertama di Kaltim yang Miliki Perda Keterbukaan Informasi

Sementara itu Kepala (Dinsos PM) Kota Samarinda, Isfihani mengatakan, pihaknya akan menyalurkan BLT senilai Rp 300 ribu untuk setiap orangnya.

“Nantinya masing-masing penerima bantuan akan mendapat BLT sebesar Rp 300 ribu per orang. Agar mereka bisa membuka usaha dari BLT yang diberikan oleh pemerintah,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved