Berita Berau Terkini

Indikator Kesejahteraan Pengaruhi Rawan Pangan di Berau

Dinas Pangan Berau mengekspos peta ketahanan dan kerentanan pangan di Kabupaten Berau kepada instansi terkait

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
Kegiatan ekspos peta kerawanan pangan Kabupten Berau oleh Dinas Pangan.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB- Dinas Pangan Berau mengekspos peta ketahanan dan kerentanan pangan di Kabupaten Berau kepada instansi terkait.

Di mana, pada 2022 terdapat 14 kampung rawan pangan prioritas satu yang menjadi perhatian.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan menjelaskan, terjadi peningkatan daerah rawan pangan yang sangat signifikan di Kabupaten Berau jika dibanding tahun 2021 yang hanya 2 kampung.

“Yang paling memengaruhi yakni indikator kesejahteraan sosialnya,” bebernya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (24/1/2023).

Adapun kampung rawan pangan di Kabupaten Berau meliputi, Mapulu, Panaan, Lesan Dayak, Long Duhun, Long Lamcin, Long Sului, Semurut, Teluk Sumbang, Bohe Silian, Teluk Alulu, Long Lanuk, Long Ayap, Punan Segah, dan Karangan. Yang tersebar di 7 kecamatan.

Baca juga: 3 Pilar Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Kokohkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan

Baca juga: Tak Mau Bergantung pada Daerah Lain, Dinas Pangan Berau Lakukan Pemetaan Ketahanan Pangan

Diakuinya, banyak kampung-kampung yang sebelumnya tidak masuk daerah rawan pangan, ditetapkan menjadi rawan pangan.

Adapun pemetaan tersebut berasal dari indikator-indikator yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Pihaknya hanya melakukan input atas data yang diperolehnya.

Saat ini memang belum ada target penurunan kerawanan pangan.

Karena harus dibicarakan lagi dengan tim. Secara statistik perlu dilihat dari klaster ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangannya.

Makanya, diperlukan kerja tim lintas sektor untuk meningkatkan ketahanan pangan di Berau.

“Seperti Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, padahal terdapat lumbung padi di sana. Tapi, termasuk kampung rawan pangan karena indikator kesejahteraannya sangat memengaruhi. Sehingga nilainya prioritas satu,” terangnya.

“Dari aspek ketersediaan pangan sudah melampaui tapi aspek lain justru tidak terpenuhi,” imbuhnya.

Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan PPU Siap Suplai Beras untuk IKN Nusantara

Diharapkan kepada instansi terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Dinas Sosial (Dinsos) hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) dapat melakukan intervensi terhadap kewenangannya masing-masing. Sebab, perlu dilakukan pembahasan khusus. Jika perlu dibentuk kelompok kerja ketahanan pangan. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved