Berita Kutim Terkini

Dishub Kutim Bakal Bangun Terminal Tipe C, Masih Tahap Pencarian Lokasi

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pernah memiliki terminal tipe c walaupun akhirnya meningkat menjadi tipe B dan menjadi kewenangan pemerintah.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Terminal Tipe B di Poros Sangatta-Bontang, Kecamtan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pernah memiliki terminal tipe c walaupun akhirnya meningkat menjadi tipe B dan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Dengan hadirnya Pelabuhan Kenyamukan yang akan beroperasi di Sangatta, keberadaan terminal tipe menjadi kebutuhan masyarakat.

Oleh karenanya, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutim, Joko Suripto mengungkap bahwa pihaknya tengah mencari lokasi yang tepat untuk pendirian terminal tipe c.

“Terminal di kilo I, dulu itu terminal Tipe C. Naik kelas jadi Tipe B, sekarang masuk kewenangan provinsi. Akibatnya, Kutim tidak ada lagi kewenangan di sana," ujarnya.

Baca juga: BPKAD Kutim Lelang Kendaraan dan Peralatan Kantor, Berikut Persyaratannya

Diakuinya, dalam Rentra Dinas Perhubungan, dalam dua tahun ke depan, di periode kepemimpinan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakilnya Kasmidi Bulang, akan dibangun terminal tipe C.

Terminal Tipe C ini peruntukannya untuk terminal angkutan kota agar ada tempat pemberhentian dan keberangkatan angkutan kota.

Hasil survey yang dilakukan Dishub Kutim, di sekitar ring road sesuai untuk lokasi terminal karena titiknya berada di tengah kota.

Kemudian luasnya minilal satu hektare, namun lahan yang dicari seluas dua hektar untuk peningkatan pembangunan terminal terpadu.

Baca juga: Pegawai Pemkab Kutim yang Keluyuran di Jam Kerja Bakal Kena Sanksi

"Pembangunan Terminal terpadu karena nantinya di lokasi itu juga akan digunakan untuk uji kir, agar lebih dekat,” ujarnya.

Dishub Kutim sebenarnya memiliki lokasi uji KIR yang berada di Poros Sangatta-Bengalon, namun dinilai lokasinya terlalu jauh sehingga perlu direlokasi,

Jika nanti telah dibangun terminal terpadu, maka uji kir akan di telokasi ke terminal.

Sementara lokasi yang ada sekarang akan digunakan untuk workshop atau bengkel perbaikan kendaraan.

“Selain jadi terminal angkutan kota, lokasi uji kir, nantinya mobil perusahan yang tidak memiliki lahan parker juga bisa parker di sana,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved