Berita Kutim Terkini

Berawal dari Hobi, Kini Rahim Budidaya Ikan Nila di Kutim Hingga 1.600 Ekor

Peternak ikan di Gang Mushola Dalam, Rahim telah berhasil membudidayakan ikan nila merah hingga 1.600 ekor dengan awal percobaan hanya 40 ekor

Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Pemilik Budidaya Ikan di Gang Mushola RT 50 Teluk Lingga, Sangatta, Rahum, Jumat (7/4/2023).TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Peternak ikan di Gang Mushola Dalam, Rahim telah berhasil membudidayakan ikan nila merah hingga 1.600 ekor dengan awal percobaan hanya 40 ekor.

Rahim yang juga Ketua Kelompok Budidaya Ikan Pasukan itu belajar mulai awal tahun 2022 lalu.

Diawali dengan budidaya ikan nila merah sebanyak 40 ekor di dalam drum biru berkapasitas 200 liter.

Ia menilai usaha awalnya berhasil, kemudian meningkat sedikit demi sedikit hingga kini sampai 1.600 ekor dengan menggunakan sistem recirculating aquaculture system (RAS).

"Dulu awalnya saya trying pakai drum biru 200 liter, saya isi bibitnya 40 ekor saja mbak, dan Alhamdulilah berhasil terus meningkat jadi 50 ekor, terus saya belajar lagi dan akhirnya berbentuk kolam begini pakai sistem RAS," ungkap Rahim kepada Tribunkaltim.co, Jumat (7/4/2023) sore.

Baca juga: 3 Pilar Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Kokohkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan

Baca juga: Warga RT 09 Tanjung Laut Bontang Budidaya Ikan dan Tanaman dengan Skema Aquaponik secara Swadaya

Ia memiliki kolam ikan sebesar 3 x 2 x 1 meter yang dibagi menjadi 8 kotak, dimana 6 kotak untuk budidaya ikan dan 2 kotak untuk sistem penyaringan.

Dari 6 kotak kolam tersebut, 4 diantaranya diisi ikan nila merah, 1 kotak diisi dengan ikan gurame, dan 1 kotak tersisa akan masih kosong yang akan diisi oleh ikan gurame.

Setelah pindah dari drum biru menuju kolam ikan, ia menggunakan sistem budidaya RAS dengan proses pernyaringan terhadap air yang digunakan.

Sostem ini dinilai lebih ekonomis dan menguntungkan lantaran hanya membutuhkan pengisian air 1 kali saja.

"Jadi kalau sistem RAS ini memang di awal terlihat banyak komponen yang digunakan, tapi saat berjalannya waktu lebih efektif karena hanya mengisi air 1 kali saja dan hemat tenaga, pembersihan filternya setiap 1 bulan sekali," urainya.

Selain itu, kualitas ikan juga lebih baik dikarenakan tidka menggunakan zat-zat kimia tambahan untuk membersihkan airnya.

Selama menggunakan sistem RAS, selama 4 bulan siklus budidaya, ia bisa berhasil panen hingga 275 kilogram ikan nila merah dalam 4 kolam atau sebanyak 350 ekor per kolam.

Ikan nila merah tersebut ia banderol dengan harga Rp 45 ribu per kilogram.

Selain itu juga, telah berhasil panen gurame 1 kali selama 10 bulan dalam 1 kolam berisi 100 ekor gurame dengan berat total 35 kilogram dan ia beri harga Rp 70 ribu per kilogram.

Baca juga: Gagas Urban Farming, Warga RT 21 Gunung Telihan Bontang Budidaya Ikan dengan Skema Aquaponik

"Nah penjualannya kamj mengandalkan door to door, melalui sosmed atau pembeli datang sendiri ke rumah, kami masih berbasis rumahan, jadi belum berani memenuhi pasaran di luar," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved