Idul Fitri 2023

Mudik Lebaran 2023, Polres Berau Dirikan 10 Posko Pengamanan, Kapolres: 310 Personil Diturunkan

Polres Berau telah mendirikan 10 posko pengamanan, dalam rangka arus mudik lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah tahun 2023.

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Kepolres Berau, AKBP Sindhu Brahmarya seusai melaksanakan apel gelar pasukan operasi ketupat 2023 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1444 H, Senin (17/4/2023).(TRIBUN KALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Polres Berau telah mendirikan 10 posko pengamanan, dalam rangka arus mudik lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah tahun 2023.

Perihal itu disampaikan Kepolres Berau, AKBP Sindhu Brahmarya seusai melaksanakan apel gelar pasukan operasi ketupat 2023 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1444 H.

"Guna antisipasi lonjakan arus mudik baik yang masuk atau keluar berau kami telah dirikan 10 posko di beberapa titik termasuk di kota dan perbatasan," tuturnya Senin (17/4/2023).

Sebanyak 310 personil yang terdiri dari 200 personil internal Polres Berau dan 110 peesonil dari luar Polres Berau, guna membantu mengamankan di 10 titik posko.

Baca juga: Bappeda Akan Verifikasi 2 Ribu Usulan di Musrenbang RKPD 2024 Kaltim

Ia menegaskan, adanya pendirian posko tersebut, tertunya juga dalam rangka membatu masyarakat dalam kegiatan pelaksaanna mudiknya di lebaran kali ini.

"Mengingat berdarkan prediksi nasional akan arus mudik akan mengalami peningkatan sekitar 48 persen," ungkapnya.

Selain perihal arus mudik, rumah yang ditinggalkan mudik juga menjadi perhatian pihaknya, di mana juga akan diakukan operasi rutin guna melakukan pemantauan.

"Telah dihimbau untuk ke RT dan RW. Maka kami himbau warga yang mudik laporkan jadi kami bisa melakukan kegiatan patroli yang bersifat dinamis," ucapnya.

Baca juga: Dapat Kelonggaran 4 Hari, Keluarga WBP Lapas Bontang Boleh Jenguk Lebih dari Sekali saat Lebaran

Ditambahkan Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi dengan menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap menyebaran informasi hoaks.

Maka ketika mendapatkan sebuah informasi, sebut Iptu Suradi masyarakat jangan langsung mencerna sebelum mengetahui kevalidan informasi yang didapat.

"Menerima informasi tidak langsung dicerna itu harus dilihat sumbernya. Terutama di dunia maya, itu banyak yang tidak nyata, sehingga bisa timbulkan penipuan," terangnya Selasa (18/4/2023). (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved