Berita Kutim Terkini
Program BTS Kominfo 3T, Kutim Dapat 4 Alokasi Desa di Sandaran, Relokasi dari Kaltara
Kabupaten Kutai Timur mendapat alokasi desa pembangunan BTS Tower program Kominfo di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) relokasi dari Kaltara
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur mendapat alokasi desa pembangunan BTS Tower program Kominfo di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) relokasi dari Kaltara di 4 desa Kecamatan Sandaran.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika dan Persandian atau Diskominfo Staper Kutim, Ery Mulyadi kepada Tribunkaltim.co, Senin (22/5/2023).
Imbas kasus Johnny Gerard Plate yang telah resmi jadi tersangka pada kasus korupsi pengadaan Base Transceiver Station (BTS) 4G di wilayah 3T juga dirasakan di Kutai Timur.
Baca juga: Translate Korea Indonesia: Lirik Lagu Haegeum - Agust D Alias Suga BTS, Trending 1 YouTube Musik
Pasalnya, Diskominfo Staper Kutim bakal melakukan croscek program relokasi dari Kaltara itu di 4 Desa Kecamatan Sandaran.
"Jadi ada di Desa Marukangan, Desa Sandaran, Desa Tadoan dan Desa Mangkalihat, keempat ini kita hanya mendapatkan relokasi dari Kaltara," ucapnya.
Awalnya, Ery tidak mengetahui apabila Kutim mendapat alokasi desa pembangunan BTS 3T oleh Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di 4 desa di Kecamatan Sandaran tersebut.
Ia juga merasakan bahwa komunikasi ISP pihak yang membangun BTS Tower 3T dengan Diskominfo Staper Kutim sangat minim.
Namun, saat melakukan evaluasi dan pengecekan program BTS tower di non 3T, barulah ketahuan apabila Kutim mendapat relokasi tersebut.
Baca juga: Profil Johnny Plate, Menkominfo yang akan Diperiksa Kejagung, Saksi Kasus Korupsi BTS, Sikap Nasdem
"Saat mengevaluasi program non 3T barulah terungkap kita mendapatkan alokasi 4 desa dari program 3T yang dilaksanakan oleh BAKTI," ucapnya.
Informasi yang ia terima, pekerjaan pembangunan Tower BTS di 4 desa Kecamatan Sandaran telah selesai, namun pihaknya belum mengecek secara pasti.
Rencanya, pihaknya akan memanggil ISP provider yang membangun tower untuk dikomunikasikan progresnya dan di minggu kedua bulan Juni 2023 nanti, ia akan meninjau ke lapangan dan mengevaluasi program 3T dan non 3T.
"Akan dicek lagi apakah sudah selesai fisiknya termasuk operasionalnya atau belum, kami akan mengagendakan untuk mngevaluasi program BTS yang ada di Kutim," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.