Sabtu, 25 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Gas Bocor Picu Ledakan di Perumahan Talangsari Regency Samarinda, Ibu dan Anak Alami Luka Bakar

Suara dentuman keras disusul getaran hebat kejutkan warga di Perumahan Talang Sari Regency, Claster Lavender 4, RT.31, Kelurahan Tanah Merah.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
LEDAKAN TABUNG GAS BOCOR-Barang bukti tabung elpiji bocor ,apinya menyambar ibu dan anak di Perumahan Talangsari Regency Lavender 4 Nomer 59 Kelurahan Tanah Merah Samarinda Utara Kalimantan Timur, Selasa (30/5/2023).Akibat kejadian, ibu dan anak penghuni rumah luka bakar dievakuasi ke IGD rumah sakit AW Syachranie Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Suara dentuman keras disusul getaran hebat kejutkan warga di Perumahan Talang Sari Regency, Claster Lavender 4, RT.31, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (30/5/2023).

Sejumlah kaum pria yang ada di kawasan itupun berlari mencari sumber suara.

Ketika ditelusuri rupanya ledakan keras yang terjadi pada Pukul 12.30 Wita itu berasal dari rumah bernomor 59, milik warga bernama Moedir.

Organda Situmorang (35), yang kediamannya berjarak 20 meter dari sumber ledakan mengatakan langsung menuju rumah yang sudah terlihat porak poranda pada bagian atap dan teras rumah itu.

Baca juga: Eksistensi Ilustrator Asal Samarinda, Semangat dan Gembira dalam Berkarya

Bersama Roy Kapalera (48), Organda pun mencoba memeriksa rumah yang kala itu terlihat kosong.

Meski begitu mereka tetap memeriksa rumah tetangganya yang sedang bekerja itu.

Sebab mereka meyakini di dalam rumah tersebut masih ada orang yakni Lulik Sri Rejeki (40), istri Moedir dan putri semata wayangnya, Zenobia Najmira Saleh (6).

Melihat kondisi rumah yang porak poranda mereka akhirnya memberanikan diri memasuki rumah type 36 yang ternyata tak terkunci itu untuk memastikan apa yang terjadi.

Baca juga: Misman Sang Pahlawan Sampah Sungai Karang Mumus Samarinda Raih Kalpataru 2023

"Bapak Roy lebih dulu mematikan aliran listrik dulu. Takut ada apa-apa," kata Organda.

Setibanya di dapur, Roy dan Organda mendapati pintu tertutup rapat.

Namun samar keduanya mendengar suara samar dua orang yang dipastikan Lulik dan putrinya tengah merintih kesakitan.

Sesaat itu juga Roy dan Organda tersadar untuk memberi pertolongan dengan berupaya membuka pintu.

"Tetapi pintunya susah dibuka. Bahkan pak Roy berusaha membuka gagang pintu, tapi malah terlepas," kata Organda kepada media ini.

Organda pun kemudian berteriak memberi arahan kepada Lulik dan putrinya yang terkurung di dapur berukuran 2 x 2 meter tersebut untuk menjauh dari pintu.

"Saya dobrak pintunya," Imbuhnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved