Berita Kukar Terkini

Biaya Masuk Sekolah di Kukar Mahal, RPM Dorong Pemberian Seragam Gratis

Rumah Partisipasi Masyarakat (RPM) Kutai Kartanegara menyoroti mahalnya biaya masuk sekolah, termasuk atribut yang dikenakan siswa

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi peserta Didik Baru memakai seragam sekolah. Kabid Sekolah Dasar Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis menegaskan, pihak sekolah tidak boleh terlibat urusan penjualan buku hingga seragam. Muncul usulan untuk pengadaan seragam sekolah gratis di Kukar, Selasa (18/7/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Biaya masuk sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mendapat sorotan.

Rumah Partisipasi Masyarakat (RPM) Kutai Kartanegara menyoroti mahalnya biaya masuk sekolah, termasuk atribut yang dikenakan siswa.

Ketua RPM Kutai Kartanegara, Muhammad Kaisar menilai, mahalnya biaya pendidikan tersebut tidak wajar.

Sebab, anggaran pendidikan 20 persen dari APBD Kukar atau sekitar Rp1,321 triliun.

Baca juga: Badak LNG Tanggung Biaya Sekolah 80 Pelajar Bontang hingga Lulus

Seyogyanya sangat cukup untuk keperluan peserta didik SD dan SMP di Kukar.

"Hasil observasi kami di lapangan menemukan bahwa biaya atribut sekolah di Kukar melonjak dua hingga lima kali lipat dari harga pasaran," kata Kaisar kepada TribunKaltim.co pada Selasa (18/7/2023).

"Misal dijual harga dasi, topi, ikat pinggang bisa sampai 50 ribu, padahal di Pasar Tangga Arung cuma Rp10 sampai 20 ribu,” sambungnya

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan, biaya atribut seragam SMP di Kukar tembus pada angka Rp2 juta.

Baca juga: Gegara Program Seragam Gratis, Toko Penjual Seragam Sekolah Sepi Pembeli

Bahkan untuk buku pelajaran, orang tua siswa harus merogoh kocek hingga Rp 1,5 juta.

“Dan itu kita ketahui sekolahnya berstatus negeri, bagaimana dengan sekolah swasta, kasihan orang tua dan peserta didik baru,” ungkapnya.

Oleh karena itu, RPM meminta agar Pemkab Kukar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera membentuk panitia khusus.

Panitia tersebut untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Kukar, khususnya biaya atribut SD dan SMP yang tak wajar.

Baca juga: Komisi IV DPRD Kukar Bakal Sidak Terkait Biaya Masuk Sekolah yang Mahal

“Bahkan bila perlu Pemkab Kukar melakukan kebijakan program seragam gratis untuk SD dan SMP baik negeri maupun swasta,” harap Kaisar.

Tidak Terlibat Jual Seragam

Sementara itu, Kabid Sekolah Dasar Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis menegaskan, pihak sekolah tidak boleh terlibat urusan penjualan buku hingga seragam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved