Jumat, 10 April 2026

Ibu Kota Negara

Lahan IKN Nusantara Cukup Luas, Ahli Konstruksi Ingatkan tak Perlu Gedung Pencakar Langit

saat akan dibangun menjadi Ibu Kota Negara, tentu saja IKN Nusantara tidak perlu dibuat bangunan yang tinggi hingga mencakar langit

Editor: Budi Susilo
Twitter @KemenPU
Ilustrasi Istana Negara di IKN Nusantara, Kalimantan Timur. Saat akan dibangun menjadi Ibu Kota Negara, tentu saja IKN Nusantara tidak perlu dibuat bangunan yang tinggi hingga mencakar langit.  

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Ibu Kota Negara Indonesia yang bernama IKN Nusantara lokasinya berada di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

Hamparan yang luas dan masih asli, tidak ada gedung-gedung beton terbangun, masih alam vegetasi pohon untuk produksi. 

Namun saat akan dibangun menjadi Ibu Kota Negara, tentu saja IKN Nusantara tidak perlu dibuat bangunan yang tinggi hingga mencakar langit. 

Demikian dibeberkan oleh Jimmy S. Juwana, Ahli Konstruksi dari Universitas Trisakti yang telah tayang di Kompas.com. 

Baca juga: 2024 Jadi Ibu Kota Indonesia, Pemerintahan IKN Nusantara Ada 22 Desa dan 32 Kelurahan

Dia menjelaskan, gedung pencakar langit yang standarnya memiliki 50 sampai 100 lantai secara umum diperuntukkan bagi daerah dengan lahan sempit dan harganya mahal.

Sehingga, kawasan gedung masih memiliki ruang terbuka hijau yang cukup besar, atau sesuai ketentuan minimal yakni 30 persen.

"Tapi kalau di IKN dengan lahan cukup luas sebetulnya tidak perlu bangunan bertingkat tinggi, apalagi pencakar langit," tuturnya dalam seminar virtual berjudul Arsitektur Menara-Indah dan Kokoh, pada Kamis (15/06/2023).

Mungkin cukup dengan bangunan menengah yang maksimum 8 lantai.

"Supaya juga tidak terlalu kontras dengan lingkungan sekitar," jelas Jimmy 

Tantangan Bangun di IKN Nusantara

Menurut dia, hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan IKN ialah tantangan topografi tanah yang berkontur dan kondisi geologi serta geoteknik.

"Di mana ada lapisan tanah yang kalau tidak terkena air kerasnya bukan main, tapi begitu kena air, sedikit menjadi bubur," tandasnya.

Baca juga: Progres Pembangunan Jembatan Duplikasi Pulau Balang, PPU-Balikpapan Hanya 1 Jam

Lapisan itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi para ahli geoteknik dan struktur untuk mengantisipasi dalam mendesain bangunan di IKN Nusantara supaya biaya untuk struktur pondasi tidak besar.

Selain itu, terdapat pula kemungkinan adanya bidang tanah yang mengalami longsor, sehingga mengakibatkan bangunan runtuh.

"Bukan karena daya pikul tanahnya kurang, tetapi juga karena ada (bangunan gedung) pada bidang longsor yang (tanahnya) sangat labil," pungkas Jimmy.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved