Berita Samarinda Terkini

Bulog Samarinda Bentuk Antisipasi Harga Beras Mahal di Kaltim

Untuk diketahui, Perum Bulog Samarinda membawahi 6 wilayah kerja Kabupaten/Kota di  Kalimantan Timur

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
Kepala Bulog Kantor Cabang Samarinda, Maradona Singal saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/8/2023). Beras yang di pasok oleh lembaga vertikal yang mengurus ketahanan pangan tersebut, diakui langsung diimpor dari Vietnam dan di drop di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

"Kita siapkan dalam kemasan per 5 kg dengan harga Rp43 ribu, mudah-mudahan tidak membebani masyarakat," ujarnya.

Maradona juga menegaskan, kerjasama bersama Pemkab dan Pemkot terus berjalan.

Seperti awal tahun bersama Kota Samarinda ke 59 titik untuk menyebar beras agar masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok penting (bapokting) ini.

Baca juga: Jelang Ramadhan Komoditas Ayam Potong dan Cabai Susul Kenaikan Harga Beras di Bontang

Baru pada bulan April, Mei, dan Juni bantuan pangan juga digelontorkan guna memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapat beras.

Sekarang giat-giat SPHP untuk penanggulangan dan antisipasi kenaikan harga beras.

"Kalau yang sekarang masih kerjasama dengan Pemkab Kukar 300 titik, dengan Pemkot Samarinda bersama dinas pangan untuk pasar murah," jelasnya.

Terkait stok beras untuk 6 wilayah kerja, Maradona memastikan cukup hingga akhir tahun 2023.

Pihaknya sudah mempersiapkan pasokan dan untuk rencana juga meminta tambahan guna menjaga ketahanan, khususnya wilayah Kalimantan Timur

Untuk ketahanan pasokan masih aman, cukup, ada 3.300 ton, sampai akhir tahun cukup.

"Kalau di kami rata-rata 500 ton di wilayah kerja kami per bulan, antisipasi sudah dilakukan untuk kemarau panjang," ungkapnya. 

Baca juga: Harga Beras dan Minyak Goreng di Samarinda Melonjak, Cabai Turun

Namun demikian, beras yang dipasok oleh lembaga vertikal yang mengurus ketahanan pangan tersebut, diakui langsung diimpor dari Vietnam dan di drop di Kota Balikpapan.

Alasan Bulog sendiri mengimpor beras dari Vietnam.

Karena Harga Pokok Penjualan (HPP) beras lokal yang tinggi dibanding dari negara tetangga.

Potret toko jualan Ema, selaku pedagang beras di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Potret toko jualan Ema, selaku pedagang beras di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA)

"Kita masih berusaha (merangkul petani lokal), HPP masih kita sesuaikan, pembelian pemerintah kan di Rp 9.950 per kilo," ujarnya.

"Disini Rp10 ribu sampai Rp 11 ribu untuk petani lokal," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved