Berita Kubar Terkini

Ketersediaan BBM di Kutai Barat Kembali Dikeluhkan, Harga BBM Eceran Rp 15 Ribu Perliter

Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) beberapa hari terakhir ini kembali dikeluhkan oleh banyak masyarakat.

Penulis: Zainul | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Antrian panjang kendaraan yang hendak melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU di wilayah Kabupaten Kutai Barat. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) beberapa hari terakhir ini kembali dikeluhkan oleh banyak masyarakat.

Selain karena terbilang langka, harga BBM eceran yang dijual di pinggir jalan raya wilayah Kutai Barat juga dianggap terlalu mahal yakni rata-rata Rp 15 ribu per liter untuk BBM jenis Pertalite dan Rp 16 perliter untuk BBM Pertamax.

Kondisi ini justru menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, lantaran antrian BBM di seluruh SPBU selalu padat tiap pagi hingga malam.

"Aneh aja sih, kalau dibilang langka tapi buktinya itu stok di SPBU selalu habis, kendaraan selalu padat merayap ngantri. Pertanyaan dikemanakan BBM yang mereka antri tadi ?," ujar Nanang salah satu pengendara mobil.

Baca juga: Kompetisi Kopi Tingkat Kaltim Akan Digelar Untuk Kedua Kalinya, Juara Akan Tampil di Ajang Nasional

Nanang mengaku beberapa harian ini ia terpaksa harus membeli BBM kepada pedagang eceran dengan harga Rp 15 ribu per liter.

"Terpaksa beli di luar Rp 15 per liter, daripada nungguin itu (antrian) nda kelar-kelar sampai malam, malam tembus pagi lagi gitu terus tiap hari. Semuanya SPBU di Barong di Melak sama saja antrian nda pernah sepi," keluhnya.

Kondisi tersebut juga menjadi ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial. Bahkan tak sedikit warga net menuding kelangkaan BBM dipicu oleh banyaknya kendaraan pengetab.

"Salah satu sepeda motor yang paling boros di muka bumi, tiap 15 menit sudah habis minyaknya," tulis akun Facebook @Seniang sambari menampilkan foto dua sepeda motor besar yang diupload di group Facebook keluhan dan saran warga Kubar.

"Tunjukan pesona kalian yang duduk dikursi goyang tuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak,kasian kami masyarakat yag duduk dikursi kayu, bangku bingung," tulis akun @Freddie.

Baca juga: Marak Kebakaran Lahan di Balikpapan, Kapolresta: Karena Cuaca Panas Bukan Pembukaan Lahan

Sementara itu, menyikapi hal ini Pemerintah Kabupaten Kutai Barat langsung turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan dan pemantauan pelaksanaan SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Pemkab Kubar melalui Asisten 2 Setdakab Kubar, beserta jajaran Dishub, Jajaran Disdag, Jajaran Polres dan Satpol PP secara bersama-sama meninjau langsung SPBU di Belintut Kecamatan Barong Tongkok pada Senin (11/9).

Selain SPBU, stasiun pengisian bahan bakar lainnya seperti Pertashop dan APMS juga tak luput dari pantauan rombongan Pemkab.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak SPBU, kondisi ini disebabkan oleh 3 unit armada tangki Pertamina yang mengangkut BBM ke Kutai Barat mengalami kerusukan.

"Sebagaimana informasi yang disampaikan oleh PT. Pertamina Hulu Indonesia yang menangani Kalimantan bahwa 3 unit kendaraan tangki pertamina yang akan mendistribusikan BBM di Kutai Barat (Kubar) mengalami kerusakan, namun hal ini telah ditindaklanjuti dan pada Sabtu kemarin tengah dalam perjalanan menuju Kubar," kata Rahmat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved