Berita Kutim Terkini

Alasan Ardiansyah Sulaiman Bangga pada Peserta Upacara Hari Santri Nasional di Kutai Timur

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi para peserta upacara Hari Santri Nasional di halaman Kantor Bupati Kutim

|
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat memimpin upacara Hari Santri Nasional di Bukit Pelangi Sangatta, Kutim, Kalimantan Timur pada Minggu (22/10/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi para peserta upacara Hari Santri Nasional di halaman Kantor Bupati Kutim lantaran tidak ada yang pingsan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur Hari memperingati Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober dengan mengggelar upacara bersama para santri.

Mulai dari santri TK/TPA hingga jenjang SMA/SMKA sederajat memenuhi halaman Kantor Bupati Kutim.

Uniknya, tema busana yang dikenakan baik tamu maupun peserta upacara juga tak jauh-jauh dari busana pondok pesantren.

Baca juga: Semarak Kirab Budaya dalam HUT ke 24 Kutim, Suguhkan Aneka Busana Budaya Indonesia

Dari pihak laki-laki menggunakan baju putih, sarung dan berkopiah sedangkan perempuaan menggunakan baju long dress berwarna putih serta jilbab berwarna hijau.

Setelah upacara, para tamu dan peserta upacara disuguhkan penampilan pencak silat Persinas ASAD dari Ponpes Budi Luhur Mandiri dan Tapak Suci dari Sekolah Islam Terpadu Darussalam.

Usai menyaksikan penampilan pencak silat, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman bertolak menuju kantornya.

Sebelumnya, kepadaa awak media ia mengaku bangga lantaran upacara berjalan khidmat.

"Saya sangat bangga dengan semua peserta mulai dari TK/TPA sampai kepada anak-anak kita yang SMA itu mengikuti semua," ujarnya.

Baca juga: Santri di Kutai Timur Bisa Raih Ijazah Sekolah via Program Cap Jempol

"Semangat dari awal sampai akhir nggak ada yang pingsan, itu luar biasa," terangnya.

Tentunya, ia berharap semangat tersebut yang bisa dijadikan contoh pada kegiatan-kegiatan upacara yang serupa.

Agar diikuti dengan santai, siap, formal dan tidak terlalu tegang.

"Semangat tersebut yang barang kali harus kita kobarkan," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved