Pilpres 2024

Bahas Kebebasan Berpendapat di Indonesia, Gibran Malah Singgung Intelejen Menyamar Jadi Tukang Bakso

Bahas kebebasan berpendapat di Indonesia, Gibran Rakabuming malah singgung intelejen menyamar jadi tukang bakso

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Tribunnews.com/Jeprima
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menunjukkan nomor urut 2 saat pengambilan nomor urut Capres dan Cawapres 2024 di halaman Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023). Bahas kebebasan berpendapat di Indonesia, Gibran Rakabuming malah singgung intelejen menyamar jadi tukang bakso 

TRIBUNKALTIM.CO - Gibran Rakabuming memberikan jawaban yang mengejutkan saat ditanya soal kebebasan berpendapat di Indonesia.

Cawapres nomor urut 2 di Pilpres 2024 ini justru menyinggung intelejen yang menyamar menjadi tukang bakso.

Hal ini diungkapkan putra sulung Presiden Jokowi tersebut lantaran banyak kalangan takut memberikan kritik kepada Pemerintah.

Menurut pasangan Prabowo Subianto ni, kebebasan berpendapat di Indonesia baik-baik saja.

Baca juga: 3 Ribu Hektar Tambang Ilegal Kepung IKN Nusantara, Terbanyak di Bukit Soeharto, Bakal Ditutup OIKN

Baca juga: Nama Abraham Samad Dicatut Timnas AMIN? Eks Ketua KPK Tak Pernah Dihubungi, Tokoh Lain Tolak Gabung

Menurut Gibran tidak ada intimidasi yang terjadi bagi siapapun yang mengkritik pemerintah.

Hal itu dikatakan Gibran saat menanggapi kecemasan influencer di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/11/2023).

Para influencer mempertanyakan ancaman terhadap kritik yang disuarakan melalui media sosial.

"Sejauh ini kebebasan di negara kita enggak pernah terkungkung, dibatas-batasi atau apa, tapi kalau kamu salah ngomong atau salah posting kamu pasti di-bully. Itu di luar kapasitas kami," kata Gibran dalam acara temu influencer se-Makassar.

"Yang kalian katakan tadi enggak pernah terjadi kan? Intimidasi, apa pun itu, enggak pernah terjadi kan? Ya diteruskan saja," ucapnya.

Sebelumnya, salah seorang influencer melontarkan pertanyaan mengenai, apakah wajar bila seseorang dengan banyak pengikut di media sosial menyuarakan kritik terhadap pemerintah.

Influencer itu merasa cemas terhadap ancaman-ancaman yang mungkin timbul karena kritik tersebut.

Gibran lalu bertanya balik mengenai pengalaman si penanya soal ancaman yang ia maksud.

"Ada enggak (ancaman)?" tanya putra sulung Presiden Joko Widodo itu.

Si penanya kemudian menjawab, sejauh ini, tak pernah ada ancaman yang ia takuti terjadi kepada dirinya.

Namun, ia menyinggung kasus seorang influencer Lampung, Bima Yudho Saputro, yang justru dilaporkan ke penegak hukum karena mengkritik jalan rusak di daerahnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved