Berita Kaltim Terkini

Hetifah Sjaifudian Sebut Guru BK Garda Terdepan dalam Penghapusan Tiga Dosa Besar Pendidikan

Hetifah Sjaifudian sebut guru BK garda terdepan dalam penghapusan tiga dosa besar pendidikan.

Penulis: Nevrianto Hardi Prasetyo | Editor: Diah Anggraeni
HO
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional dan Pelantikan Asosiasi Bimbingan Konseling di Hotel Horison Kota Samarinda, Selasa (16/1/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dunia pendidikan saat ini dinilai sedang tidak baik-baik saja.

Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan sekolah serta perilaku perundungan dan intoleransi menjadi tiga dosa besar pendidikan yang harus segera dihapuskan.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Bimbingan Konseling (ABKIN) Kota Samarinda,  Selasa (16/1/2024).

Hetifah menjelaskan, penghapusan tiga dosa besar perlu segera dilakukan.

Apalagi, jika mengingat kasus kekerasan di lingkungan pendidikan di Tanah Air sudah dalam situasi darurat.

Baca juga: Penguatan Kapasitas Para Pelaku Pariwisata dan Ekraf, Hetifah Sjaifudian Beberkan 3 Aspek Krusial

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendibukristek) merilis data pada tahun 2022, 34,51 persen peserta didik berpotensi mengalami kekerasan seksual.

Sementara itu, 26,9 persen peserta didik berpotensi mengalami hukuman fisik.

Sedangkan, 36,31 persen peserta didik berpotensi mengalami kasus perundungan. 

Angka tersebut, menurut Hetifah, masih cukup tinggi dan harus terus diturunkan.

Kasus ini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di Kalimantan Timur terjadi 11 kasus kekerasan yang terjadi di sekolah pada 2021.

"Diperlukan langkah yang extraordinary untuk segera menyelesaikan persoalan kekerasan di lembaga pendidikan. Tentu langkahnya adalah dimulai dari pendampingan, perlindungan, pengenaan sanksi administratif dan penegakan hukum, serta yang paling penting adalah pemulihan korban," kata Hetifah. 

Baca juga: Hadiri HUT ke-67 Provinsi Kaltim, Hetifah Gelorakan Semangat Membangun Bumi Etam untuk Nusantara

Satu-satunya perempuan dari delapan anggota DPR RI Dapil Kaltim ini menegaskan, tentu pencegahan adalah langkah awal yang terus digencarkan dalam beberapa tahun terakhir.

Guru bimbingan konseling (BK) pun menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya tiga dosa besar di dunia pendidikan tersebut. 

"Melalui pendampingan konseling, layanan kesehatan, bantuan hukum, serta bimbingan sosial dan rohani, akan membuat lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa maupun guru. Karena itu guru BK harusnya hadir di saat terjadinya masalah, tapi juga menjadi teman dan pendengar yang baik bagi seluruh siswa di sekolah," saran Hetifah.

Di sisi lain, caleg DPR RI Partai Golkar ini tetap mendorong agar diperlukan langkah politik agar pencegahan terhadap kekerasan ini berjalan sistematis.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved