Berita Kaltim Terkini
Jaya Mualimin Beber Penyebab Tertinggi Kematian Ibu di Kaltim
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mengklaim tren kematian ibu hamil maupun pascakehamilan sejak 2017 hingga 2022.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mengklaim tren kematian ibu hamil maupun pascakehamilan sejak 2017 hingga 2022 di Kalimantan Timur menurun.
Memang, terjadi lonjakan signifikan pada 2021 seiring pandemi Covid-19 melanda di Kalimantan Timur.
Demikian dibeberkan oleh Kepala Dinkes Kaltim dr Jaya Mualimin kepada TribunKaltim.co pada Minggu (28/1/2024).
Dia menyebut, tahun 2017 hingga tahun 2022 statistik kematian ibu mengalami fluktuasi.
Baca juga: Dinkes Kaltim Dorong Implementasi Perda Tanpa Rokok di Kantor-kantor OPD
Tahun 2017, terdapat 105 kasus, tahun berikutnya mengalami penurunan sebanyak 74 kasus.
Tetapi, pada tahun 2019 mulai naik menjadi 79 kasus.
Kasus kembali naik pada 2020 sebanyak 92 kasus dan mencapai puncaknya di tahun berikutnya, pada 2021 mencapai 168 kasus.
Per 2022, terjadi penurunan signifikan dengan hanya 73 kasus.
Baca juga: Angka Kematian Ibu dan Bayi di Balikpapan Menurun Drastis, IBI Beberkan Kiatnya
Sementara itu per Oktober 2023, tercatat ada 46 kasus kematian ibu.
“Tapi dari angka ini, ada sekitar 11 orang dari lima provinsi yang bukan merupakan warga Kaltim,” sebut dr. Jaya.
Penyebab Tertinggi di Kaltim
Berdasarkan data Dinkes Kaltim, pendarahan menjadi penyebab tertinggi kematian ibu sejak 2021 hingga 2022, mencapai persentase 23,9 persen.
dr. Jaya menyebut, pendarahan ini terkait dengan perubahan dalam darah selama proses kehamilan.
Termasuk pemecahan janin darah dan perubahan hormon yang dapat menyebabkan keracunan kehamilan.
Baca juga: Penyebab Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Kaltim Sebut Rendahnya Pelayanan pada Bayi Baru Lahir
Selain pendarahan, faktor lain yang berkontribusi terhadap kematian ibu antara lain:
| BBPJN Kaltim Perbaiki Jalan 71 Km Kota Bangun-Muara Muntai, Fokus Kelancaran Logistik |
|
|---|
| Ratusan Kader NasDem Kaltim Bersikap, Tolak Isu Merger, Sebut Cederai Marwah Partai |
|
|---|
| Viral Video Testimoni Gratispol di Sekolah, Ini Klarifikasi Disdikbud Kaltim |
|
|---|
| 8 Dekade Persit Berkarya, Sulam Tumpar Kaltim Siap Tampil di Persit Bisa 2 |
|
|---|
| 7 Daerah di Kalimantan Timur Belum Punya Rumah Sakit Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240128_Jaya-Mualimin-di-Samarinda.jpg)