Sabtu, 18 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Cegah Nasabah Terjebak Kredit Macet Pinjol, Bank Siapkan Paylater Berbunga Rendah

Paylater menjadi daya tarik besar dalam industri keuangan saat ini. Dikarenakan semakin banyak masyarakat yang tertarik menggunakan Paylater.

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PAKAI PAYLATER - Ilustrasi. Pembeli membayar menggunakan paylater di salah satu pusat perbelanjaan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Paylater menjadi daya tarik besar dalam industri keuangan saat ini. Karenakan semakin banyak masyarakat yang tertarik menggunakan Paylater.

Bank-bank pun berlomba meraih potensi bisnis yang menguntungkan ini.

Mereka masuk dalam persaingan dengan menawarkan suku bunga yang lebih bersaing dibandingkan layanan paylater yang dimiliki oleh perusahaan financial technology (fintech).

Baca juga: Gali Lubang Tutup Lubang demi lunasi Paylater, Dosen Universitas Mulia: Harus bijak menggunakannya

Saat ini, Bank CIMB Niaga dan Bank BTN tengah bersiap-siap untuk ikut serta dalam bisnis paylater ini.

Bersaing dengan bank-bank besar seperti Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA) yang telah lebih dulu merambah pasar ini.

Menurut Nixon Napitupulu, Direktur Utama BTN, bank-bank yang terlibat dalam layanan paylater saat ini mampu menawarkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan fintech.

"Dari pandangan saya, bank bisa menawarkan suku bunga sekitar 12 persen per tahun," ujarnya dilansir dari Kontan, Minggu (28/1/2024).

Nixon menjelaskan bahwa layanan paylater BTN saat ini masih dalam tahap pengembangan. Pihaknya berharap segera mendapatkan izin peluncuran pada akhir Maret 2024.

Baca juga: Jaga BI Cheking tetap bersih, Erisa memilih tidak menggunakan Metode Pembayaran Paylater

Target utama mereka adalah nasabah yang sudah menjadi bagian dari bank tersebut.

Alasan BTN memperkenalkan layanan paylater adalah untuk mencegah nasabah yang sudah ada terjebak dalam kredit macet pada perusahaan pinjaman online (pinjol).

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kredit macet yang dapat terjadi jika nasabah terjebak dalam pinjol.

"Lebih baik mereka menggunakan paylater BTN yang risikonya memang lebih rendah," kata Nixon.

Noviady Wahyudi, Direktur Konsumer CIMB Niaga, juga mengungkapkan bahwa keunggulan paylater perbankan adalah suku bunga yang lebih rendah. Bank memandang paylater sebagai bagian dari solusi keuangan yang lebih komprehensif.

Baca juga: Plus Minus Layanan Keuangan Digital Paylater

Noviady belum mau menyebutkan suku bunga paylater yang ditawarkan oleh CIMB Niaga, ia menyatakan bahwa transaksi paylater di bank tersebut telah tumbuh 1,5 kali lipat tahun lalu.

"Paylater ini berkontribusi sekitar 10 persen dari total pinjaman pribadi, dan targetnya adalah pertumbuhan transaksi paylater menjadi 2 kali lipat pada tahun 2024," ujarnya. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved