HUT Balikpapan 2024
HUT ke-127 Kota Balikpapan 2024: Logo, Tema, Jadwal Rangkaian Acara, dan Sejarahnya
Simak informasi terkait HUT ke-127 Kota Balikpapan 2024 beserta logo, tema, jadwal rangkaian acara, dan sejarah Kota Balikpapan.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Sejarah HUT Kota Balikpapan
Hari jadi Kota Balikpapan merujuk pada peristiwa pengeboran pertama sumur minyak.
Penetapan tanggal ini didasarkan pada hasil seminar sejarah Kota Balikpapan yang diselenggarakan pada 1 Desember 1984.
Pada tanggal tersebut, para peserta seminar sepakat untuk mengakui peristiwa pengeboran pertama sumur minyak sebagai momen penting yang menandai berdirinya kota ini.
Sehingga, tanggal 10 Februari 1897 dianggap sebagai hari berdirinya Kota Balikpapan.
Sejarah awal mula Balikpapan berdiri pada masa kolonial, Balikpapan merupakan sebuah desa kecil di pantai timur Kalimantan.
Namun, pada tahun 1897, seorang geolog Belanda bernama J.H. Menten menemukan cadangan minyak di sekitar Sungai Balikpapan, yang kemudian mengawali era eksploitasi minyak di wilayah tersebut.
Perusahaan-perusahaan minyak asing, seperti Shell dan Standard Oil Company of California (sekarang Chevron) memulai operasi mereka di Balikpapan dan mengubahnya dari desa nelayan menjadi pusat industri minyak dan gas.
Menurut naskah Salasilah Kutai, Balikpapan merupakan bagian dari Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri sejak tahun 1300 meskipun sedikit yang tercatat selama beberapa abad berikutnya.
Pada periode tersebut, Belanda memperoleh hak eksplorasi melalui perjanjian dengan Kerajaan Kutai Kartanegara, dan Mr. Adams dari Firma Samuel & Co. London diangkat sebagai pemegang hak konsesi oleh pemerintah Hindia Belanda.
Baca juga: Sejarah 6 Februari: Berdirinya Gerindra, Partai Gerakan Indonesia Raya Pimpinan Prabowo Subianto
Eksplorasi dimulai pada kaki Gunung Komendur, dan pada 10 Februari 1897 pengeboran pertama menghasilkan minyak komersial yang dinamai sumur Mathilda.
Hari tersebut kemudian diakui sebagai hari jadi Kota Balikpapan, yang pada awalnya didasari oleh pengeboran minyak pertama.
Penamaan sumur minyak ini berasal dari nama anak JH Menten dan Firma Samuel & Co sebagai pemenang hak konsesi pengeboran di yang ditunjuk pemerintah Hindia Belanda yang telah mengontrak Balikpapan dari Kesultanan Kutai.
Pertumbuhan Balikpapan terkait erat dengan penemuan dan pengeboran minyak menarik pendatang dari berbagai wilayah terutama pekerja pengebor dari Jawa, serta imigran dari China dan India.
Masyarakat yang datang menjadi penduduk awal di desa Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru) membentuk pertumbuhan sebagian besar masyarakat Balikpapan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.