Minggu, 26 April 2026

Sidang Kasus Pembunuhan Sadis Babulu

Suasana Terkini Sidang Kasus Pembunuhan 1 Keluarga di Babulu PPU

Sidang perdana kasus pembunuhan sadis yang memakan nyawa satu keluarga di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.

|
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Kolase Instagram
PEMBUNUHAN SATU KELUARGA - Foto tersangka Junaedi, pelaku pembunuhan sadis di Babulu, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sidang perdana kasus pembunuhan sadis yang memakan nyawa satu keluarga itu digelar hari ini, Selasa (27/2/2024). 

Mereka duduk di atas rumput menanti hasil sidang perdana kasus pembunuhan satu keluarga oleh tersangka Junaedi.

Pihak keluarga korban berharap keadilan untuk keluarga mereka yang menjadi korban pembunuhan sadis.

Keluarga korban juga mengaku kecewa karena tidak dibolehkan untuk menyaksikan persidangan secara langsung.

Mereka memang sejak awal bertekad untuk mengawal proses hukum terhadap tersangka Junaedi dan berharap hal ini dilakukan secara transparan.

"Kami kecewa karena tidak dibolehkan masuk ruangan. Kami datang secara sukarela bersama dengan keluarga besar ke sini," ungkap Putut, adik korban, Waluyo.

Keluarga korban juga menginginkan hukuman mati bagi tersangka Junaedi.

"Menginginkan hukuman yang seberat-beratnya, meminta hukuman mati dan jangan sampai ditawar.

"Kita menuntut hukuman mati, yaitu hukuman terakhir. Jangan sampai ada hukuman lain, yaitu permainan hukum," kata Putut yang menjelaskan dengan ekspresi wajah sedih.

Lebih lanjut, Putut bercerita tekait kasus pembunuhan yang menggegerkan tersebut.

Putut tidak menyangka bahwa tersangka pelaku pembunuhan adalah tetangga Waluyo.

Baca juga: Jadwal Sidang Kasus Junaedi Pembunuh Satu Keluarga di Penajam Paser Utara, Tetap Pakai Pidana Anak

Dari penjelasan Putut, ditemukan fakta bahwa ketika tragedi pembunuhan terjadi ketika Waluyo (korban) baru saja pulang dari rumah orang tuanya bersama Putut sekitar pukul 00.00 WITA.

Selanjutnya pada pukul 01.10 WITA, keluarga korban terkejut dan kaget perihal mendapat informasi bahwa keluarganya telah meninggal dunia karena dibunuh.

Putut juga menjelaskan, saat rekontruksi dirinya melihat Junaedi memeragakan adegan ketika Waluyo memasuki rumah langsung diekseskusi.

Korban tidak tahu ketika memasuki rumah listrik sedang mati.

Ternyata pelaku sembunyi berada di balik pintu dan langsung menghabisi korban.

"Tidak ada wajah kecewa dari pelaku, terlihat santai saat rekontruksi," jelas Putut menceritakan adegan tersebut.

Setiawan selaku keluarga korban juga menambahkan, "Hukuman mati belum dianggap setimpal." (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved