Kamis, 9 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Berikut Daftar Wilayah di Samarinda yang Masuk Zona Merah Rawan Kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengimbau agar masyarakat selalu waspada kebakaran

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
WASPADA KEBAKARAN - Musibah kebakaran di Jalan dr. Soetomo, Kota Samarinda pada 24 Februari 2024 lalu yang disebabkan nyala kompor dan menghanguskan 28 bangunan.TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengimbau agar masyarakat di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur selalu waspada akan potensi amukan si jago merah saat Bulan Ramadhan.

Kepala Disdamkar Samarinda Hendra AH mengatakan biasanya pada saat Ramadhan potensi kebakaran akibat kelalaian karena peralatan memasak cukup meningkat.

Hal itu dipicu rasa lelah para kaum ibu yang melakukan aktivitas memasak baik untuk sahur ataupun berbuka.

"Tapi bersyukur karena dua hari puasa ini tidak ada kejadian dan semoga tidak akan ada (kebakaran)," ucap Hendra AH saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/3/2024).

Baca juga: Rawan Kebakaran selama Ramadan, BPBD Balikpapan Ingatkan Masyarakat Selalu Waspada

Baca juga: BPBD Balikpapan akan Beri Penyuluhan Bahaya Kebakaran di Permukiman Padat Penduduk

Kepala Dinas yang mendapat predikat ASN teladan dari Pemerintah Kota Samarinda pada 2023 lalu ini juga menyebutkan ada beberapa wilayah masuk kategori zona merah rawan kebakaran.

Antara lain di wilayah Kecamatan Samarinda Ulu ada Pasar Segiri dan kawasan Jalan dr. Soetomo.

Kawasan Kecamatan Samarinda Ilir di Jalan Lambung Mangkurat dan Kelurahan Sidomulyo.

Kawasan Kecamatan Samarinda Seberang di bilangan kampung Mangkupalas.

Juga kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir di sepanjang pesisir Sungai Mahakam atau Jalan Cipto Mangunkusumo.

"Rata-rata di wilayah yang permukiman padat penduduk. Karena bangunan lama dan instalasi listrik yang semrawutan," jelasnya.

Oleh sebab itu Hendra AH meminta agar warga lebih waspada dan memastikan satu rumah memiliki alat pemadam api ringan (APAR).

Pihaknya juga tak pernah putus untuk melakukan sosialisasi, edukasi dan simulasi mengenai kebakaran dan cara menanganinya.

Baca juga: Berikut Tiga Kecamatan di Balikpapan Paling Rawan Kebakaran Saat Ramadan

Mereka bahkan membuat program Damkar Goes to School ke Sekolah Menengah Pertama dan Atas (SMP dan SMA) serta sederajat guna mengenalkan sedini mungkin potensi penyebab dan cara menangani kebakaran.

"Edukasi sejak dini itu perlu. Jadi generasi penerus kita memiliki mental siap untuk menangani dan paham meminimalisir penyebab kebakaran," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved